Penulis: Dr. Arini Zahrotun Nasichah, M.Pd.
(Dosen program Studi Pendidikan FKIP Universitas Khairun Ternate)
Kapang endofit adalah kapang yang tumbuh di dalam jaringan tanaman tanpa menimbulkan kerusakan pada tanaman inangnya. Kebanyakan kapang endofit menghasilkan metabolit sekunder yang berguna untuk kepentingan industri, terutama industri antibiotik. Beberapa kapang endofit dapat meningkatkan ketahanan tanaman inangnya, bahkan dapat mempercepat pertumbuhan tanaman inangnya.
Kapang endofit juga di temukan pada tanaman Cengkeh Afo dari Ternate, khususnya pada jaringan ranting dan daun melalui observasi struktur dan ultrastruktur. Observasi struktur kapang endofit di dalam jaringan ranting dan dan daun cengkeh Afo tersebut dilakukan dengan membuat preparat irisan daun dan ranting cengkeh Afo dengan pewarnaan lactophenol cotton blue, kemudian diamati dengan mikroskop cahaya. Hifa kapang endofit berada antara lain di ruang antar sel jaringan epidermis, parenkim dan disekitar stomata. Pengamatan secara mikroskopik dapat dilakukan di jaringan-jaringan tersebut. Kapang endofit di dalam ranting dan daun tersebut dapat diketahui dengan lebih jelas melalui pengamatan ultrastruktur. Pengamatan ultrastruktur kapang endofit cengkeh Afo dilakukan dengan mikroskop elektron, dengan teknik preparasi tertentu.
Hasil observasi struktur kapang endofit pada daun cengkeh Afo menunjukkan keberadaan hifa kapang endofit di bagian epidermis daun, sedangkan hasil observasi ultrastruktur memberikan hasil gambar yang lebih jelas, yaitu hifa kapang endofit berada di sekitar stomata dan di ruang antar sel epidermis pada jaringan daun.
Hasil penelitian yang telah dilakukan oleh penulis menunjukkan bahwa kapang endofit yang diisolasi pada tanaman cengkeh Afo telah teridentifikasi sebanyak 8 spesies, yaitu Eurotium repens (de Bary), Diplococcium sp, Rhizoctonia sp, Geotricum candidum link, Eupenicillium javanicum, Penicillium frequentans, Aspergillus nidulans, dan Synchephalastrum racemosum.
Spesies kapang endofit dari cengkeh Afo tersebut juga telah terbukti mampu menghasilkan metabolit sekunder yang merupakan senyawa bioaktif antimikroba mempunyai prospek untuk dimanfaatkan sebagai penghasil bahan bioaktif untuk pembuatan antibiotik. Penemuan tersebut hendaknya mendorong upaya pelestarian tanaman cengkeh Afo induk yang sudah berusia tua dan kemungkinan akan segera mati agar tidak punah. Upaya untuk melestarikan berbagai plasma nutfah Indonesia perlu dilakukan secara berkelanjutan agar keanekaragaman hayati khususnya keanekaragaman dan biodiversitas mikroba endofit tetap terpelihara.
JNewstv.com Berita Fakta & Realita
