TIDORE KEPULAUAN, JNewstv.com – Membangun keamanan tidak cukup hanya dengan patroli dan penegakan hukum. Kedekatan, keterbukaan, serta kesediaan mendengarkan keluhan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga ketenteraman bersama.
Semangat itulah yang ditunjukkan Kapolda Maluku Utara, Irjen Pol. Arif Budiman, S.I.K., M.H., saat berkumpul dan berdialog langsung dengan masyarakat Desa Bukit Durian, Kecamatan Oba Utara, Kota Tidore Kepulauan, Rabu (21/10/2026).
Dalam kegiatan Quick Wins 1 Giat 4: Berkumpul Bersama Masyarakat tersebut, Kapolda tidak sekadar hadir untuk menyampaikan pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Pertemuan itu juga menjadi ruang bagi warga untuk menyampaikan persoalan yang selama ini menjadi perhatian mereka, mulai dari maraknya kafe, peredaran minuman keras (miras), hingga kasus pencurian yang melibatkan anak di bawah umur.
Di tengah pertemuan yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan itu, masyarakat mendapat kesempatan untuk berbicara langsung dengan pimpinan kepolisian di Maluku Utara.
Kepala Desa Bukit Durian, Viktor Pareta, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Kapolda Maluku Utara yang bersedia berkumpul bersama warga di desa tersebut.
Menurut Viktor, pertemuan itu memiliki arti penting dalam memperkuat hubungan antara aparat penegak hukum dan masyarakat. Ia menilai, komunikasi langsung seperti ini dapat membangun kepercayaan sekaligus menjawab anggapan yang selama ini berkembang mengenai adanya jarak antara polisi dan warga.
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya atas kehadiran Bapak Kapolda Maluku Utara di tengah-tengah masyarakat Desa Bukit Durian,” ujar Viktor.
Ia menambahkan, kedekatan tersebut juga memiliki makna tersendiri karena Kapolda memiliki kediaman di Desa Bukit Durian, sehingga keberadaannya menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat setempat.
Bagi warga, kondisi itu membuka peluang untuk membangun komunikasi yang lebih dekat, bukan hanya sebagai hubungan antara pejabat dan masyarakat, tetapi juga sebagai sesama bagian dari komunitas yang memiliki kepentingan menjaga keamanan lingkungan.
Kapolda: Polisi Harus Bekerja dengan Hati dan Dekat dengan Rakyat
Dalam sambutannya, Irjen Pol. Arif Budiman menegaskan bahwa kedekatan polisi dengan masyarakat merupakan salah satu prioritas yang ingin ia bangun sejak menjabat sebagai Kapolda Maluku Utara sekitar empat bulan lalu.
Ia mengatakan, program polisi bekerja dengan hati dan polisi dekat dengan masyarakat menjadi landasan dalam menjalankan tugas kepolisian di wilayah Maluku Utara.
Menurutnya, semangat tersebut juga sejalan dengan program Kapolri yang mendorong kehadiran polisi di tengah masyarakat.
“Sejak awal menjabat, saya memiliki program bagaimana polisi bekerja dengan hati dan polisi dekat dengan masyarakat. Karena itu, saya akan berusaha berkeliling ke seluruh desa di Maluku Utara, bukan hanya di sini, tetapi di seluruh wilayah yang menjadi tanggung jawab saya,” kata Arif.
Ia menjelaskan, kehadiran polisi di tengah masyarakat bukan semata-mata untuk menjalankan tugas pengamanan. Lebih dari itu, polisi perlu mengetahui secara langsung persoalan yang dihadapi warga, mendengarkan aspirasi mereka, serta mencari jalan keluar bersama.
Kapolda pun membuka ruang dialog bagi masyarakat yang ingin menyampaikan keluhan, baik yang berkaitan langsung dengan tugas kepolisian maupun persoalan yang membutuhkan keterlibatan instansi lain.
“Pada kesempatan ini, mari kita berdiskusi. Saya ingin mendengarkan aspirasi dan keluhan masyarakat. Kalau persoalan itu bisa saya selesaikan, akan saya bantu. Kalau bukan menjadi kewenangan polisi, akan saya teruskan kepada instansi terkait, pemerintah daerah, atau dinas yang berwenang agar bisa dicarikan solusi,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pelayanan kepada masyarakat membutuhkan koordinasi lintas sektor. Sebab, tidak semua persoalan yang muncul di lingkungan warga dapat diselesaikan hanya melalui pendekatan penegakan hukum.
Di hadapan masyarakat Bukit Durian, Kapolda juga mengingatkan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban sebagai tanggung jawab bersama.
Ia menyinggung pengalaman pahit konflik sosial yang pernah melanda Maluku Utara pada masa lalu, termasuk konflik pada 2000, sebagai pengingat bahwa perpecahan hanya membawa kerugian bagi masyarakat.
Pengalaman tersebut, menurutnya, harus menjadi pelajaran agar warga tidak mudah terpecah dan tetap mengedepankan persatuan ketika menghadapi persoalan.
“Kalau sudah terjadi konflik, tidak ada yang diuntungkan. Semua akan rugi. Karena itu, mari kita bersatu menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah masing-masing,” tegasnya.
Arif menekankan, situasi yang aman dan tertib bukan hanya berkaitan dengan penegakan hukum, tetapi juga berpengaruh terhadap kehidupan sosial dan perekonomian masyarakat.
Lingkungan yang kondusif akan memberikan ruang bagi warga untuk bekerja, menjalankan usaha, menyekolahkan anak, serta melaksanakan aktivitas sehari-hari tanpa rasa khawatir.
Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif menjaga lingkungan, memperkuat komunikasi, dan segera menyampaikan persoalan yang berpotensi mengganggu ketenteraman bersama.
Sesi dialog menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Masyarakat Desa Bukit Durian menyampaikan sejumlah persoalan yang membutuhkan perhatian dan penanganan bersama.
Tiga isu utama yang mengemuka adalah keberadaan kafe yang dinilai semakin marak, peredaran minuman keras, serta tindak pencurian yang melibatkan anak di bawah umur.
Persoalan tersebut tidak hanya menyangkut aspek keamanan, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran mengenai ketertiban lingkungan dan perlindungan generasi muda.
Menanggapi aspirasi warga, Kapolda memberikan sejumlah arahan untuk ditindaklanjuti oleh jajaran kepolisian melalui koordinasi dengan pemerintah setempat dan instansi terkait.
Pertama, terkait keberadaan kafe. Kapolda mengarahkan pembentukan tim yang akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan verifikasi terhadap surat dan dokumen perizinan usaha. Langkah ini diperlukan agar pengawasan dapat dilakukan berdasarkan ketentuan yang berlaku.
Kedua, mengenai peredaran minuman keras. Kapolda mengarahkan penguatan patroli malam hari serta koordinasi dengan pemerintah setempat. Selain langkah pengawasan, pembinaan dan penyuluhan juga perlu dilakukan dengan melibatkan orang tua dan anak-anak.
Pendekatan tersebut diharapkan tidak hanya berfokus pada penindakan, tetapi juga mendorong kesadaran masyarakat tentang dampak miras terhadap ketertiban dan keamanan lingkungan.
Ketiga, menyangkut pencurian yang melibatkan anak di bawah umur. Kapolda mengarahkan personel Satuan Samapta untuk meningkatkan kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD), khususnya pada jam-jam malam dengan sasaran pencegahan aktivitas anak di bawah umur yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan.
Selain itu, koordinasi dengan instansi terkait akan dilakukan untuk melaksanakan pembinaan dan penyuluhan yang menyasar anak-anak serta orang tua.
Dalam penanganan perkara yang melibatkan anak, langkah tersebut perlu disertai pendekatan yang memperhatikan perlindungan anak dan ketentuan hukum yang berlaku, sehingga upaya pencegahan berjalan seiring dengan pembinaan.
Rangkaian arahan itu menjadi tindak lanjut atas persoalan yang disampaikan warga. Pelaksanaannya membutuhkan koordinasi dan pengawasan agar aspirasi masyarakat tidak berhenti sebatas pembicaraan dalam forum dialog.
Pertemuan di Desa Bukit Durian memperlihatkan pentingnya ruang komunikasi antara masyarakat dan aparat kepolisian. Keluhan yang disampaikan warga menjadi gambaran persoalan nyata yang membutuhkan perhatian, sementara arahan Kapolda menjadi langkah awal untuk mendorong penanganan yang lebih terarah.
Bagi masyarakat, kesempatan menyampaikan persoalan secara langsung merupakan bagian penting dalam membangun hubungan yang terbuka dengan kepolisian. Namun, harapan warga tentu tidak berhenti pada kesempatan berbicara. Mereka juga membutuhkan tindak lanjut yang nyata, terukur, dan berkelanjutan.
Karena itu, pengawasan terhadap perizinan kafe, penanganan peredaran miras, serta pencegahan tindak pencurian yang melibatkan anak perlu menjadi perhatian bersama, baik oleh kepolisian, pemerintah desa, pemerintah daerah, keluarga, maupun unsur masyarakat lainnya.
Pada penghujung kegiatan, Kapolda Maluku Utara bersama jajaran membagikan paket sembako kepada masyarakat Desa Bukit Durian yang hadir. Kegiatan kemudian ditutup dengan foto bersama.
Pembagian sembako tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan kemasyarakatan yang berlangsung hari itu. Sementara itu, pesan utama pertemuan tersebut tetap bertumpu pada pentingnya kedekatan, komunikasi, dan kerja sama dalam menjaga keamanan lingkungan.
Melalui kegiatan Quick Wins 1 Giat 4, Kapolda Maluku Utara mendorong agar polisi tidak hanya hadir ketika terjadi masalah, tetapi juga membangun hubungan dengan masyarakat sebelum persoalan berkembang menjadi gangguan keamanan.
Sebab, keamanan yang kuat tidak lahir dari kerja polisi semata. Ia tumbuh dari kepercayaan masyarakat, kepedulian keluarga, peran pemerintah, serta kemauan bersama untuk menjaga lingkungan tetap aman, damai, dan nyaman bagi semua.
Redaksi: Syahril
Sumber: Ditbimas Polda Malut
JNewstv.com Berita Fakta & Realita