JNewstv.com | Tobelo Halut – Sejumlah Trans Halmahera merespon beragam terhadap kebijakan penyesuaian tarif angkutan Tobelo Sofifi yang ditetapkan oleh Pemerintah Propinsi Maluku Utara sebesar Rp. 165.000 per orang. Hal ini diungkapkan Nayat Senen Penasihat Organisasi Supir Trans Halmahera. Kamis 27/10/2022.
Menurutnya kita tidak bisa berpatokan pada ijin trayek setiap mobil membawa penumpang sebanyak 7 orang karena penumpang Tobelo tujuan Sofifi Ibu kota Propinsi adalah penumpang musiman yang tidak tentu, sehingga setiap mobil mengantri 4 sampai 5 orang sudah langsun berangkat, dimana saat ini dengan kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang melambung tinggi.
Ini sangat tidak seimbang dengan jumlah penumpang dibanding harga BBM kalau satu penumpang 165.000 ribu rupiah , sedangkan setiap mobil untuk BBM satu kali perjalanan kita mengisi BBM 300 sampai 400 ribu rupiah dengan jarak tempuh yang cukup jauh.
Oleh karena itu kami berharap agar pemerintah propinsi meninjau kembali tarif yang ditetapkan. Bagi kami tarif yang paling maksimal adalah 200.000 ribu rupiah per satu orang penumpang karena kita tidak muat fuul dalam satu kali perjalanan, “Daerah kita ini kan masi dalam peringatan Pandemi Covid-19 Nah mestinya kebijakan yang diambil oleh pemerintah jangan merugikan kita,” Kata Nayat.

Hal senada juga diaampaikan oleh Barce salah seorang supir Trans Halmahera , menurutnya pemwrintah propinsi harus bijaksana dalam mengambil keputusan terkair dengan kenaikan tarif Tobelo Sofifi sebaliknya.” Kami berharap agar ditinjau kembali dari 165.000 ribu di seauaikan ke 200.000 ribu rupiah.
Jika hal ini tidak di hiraukan oleh pemerintah propinsi maluku utara maka kami agan menggelar aksi demo dan menutup jalur transportasi Trans Halmahera menuju Sofifi Ibu Kota Pronsi Maluku Utara maupun Jalur Sofidi Menuju Tobelo Halmahera utara, ” Tegas Barce.
Roby
JNewstv.com Berita Fakta & Realita