JNewstv | Labuha – Kebutuhan tenaga kerja terampil di perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Halmahera Selatan masih menjadi tantangan utama.
Banyak perusahaan membutuhkan tenaga kerja dengan keterampilan khusus, namun ketersediaan sumber daya manusia (SDM) lokal yang memiliki keahlian tersebut masih terbatas.
Menanggapi kondisi ini, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Halmahera Selatan, Noce Totononu, telah menetapkan program unggulan pada tahun 2025 untuk menciptakan tenaga kerja yang memiliki keterampilan sesuai dengan kebutuhan industri.
Salah satu langkah konkret yang diambil adalah penyelenggaraan pelatihan keterampilan.
Namun, program ini sempat mengalami kendala akibat keterbatasan anggaran dan kondisi ekonomi nasional yang sedang mengalami refocusing anggaran.
Sebagai contoh, pelatihan bagi 40 peserta sebelumnya harus tertunda.
“Mudah-mudahan dalam anggaran perubahan ini program pelatihan dapat terakomodir. Kami juga telah berkoordinasi dengan pihak perusahaan terkait program CSR, dan kami berharap mereka berbesar hati untuk mendukung serta membantu merealisasikan program ini demi peningkatan keterampilan tenaga kerja lokal,” ujar Noce, Senin (17/02/25).
Langkah ini diharapkan mampu melahirkan tenaga kerja yang terampil dan profesional, sehingga mampu bersaing di industri yang berkembang pesat di wilayah tersebut.
Selain itu, pada tahun 2025, pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) menjadi salah satu target utama pemerintah daerah.
Bersama Bupati, pihak Disnakertrans telah melakukan audiensi dengan Menteri, Sekjen, serta Dirjen Pengembangan Infrastruktur, dan telah mendapatkan kepastian bahwa proyek ini sudah final.
Jika tidak ada hambatan, pembangunan BLK direncanakan dimulai pada pertengahan tahun.
“Saya kemungkinan akan segera berangkat ke Jakarta untuk membahas persiapan peletakan batu pertama BLK di Kabupaten Halmahera Selatan. Kami berharap proyek ini dapat segera terealisasi, karena Halmahera Selatan merupakan daerah strategis nasional yang dikelilingi oleh industri pertambangan,” tambahnya.
Dengan adanya BLK, pemerintah daerah optimis dapat mempersiapkan sumber daya manusia yang siap pakai dan sesuai dengan kebutuhan industri di daerah ini.
(Ifan)
JNewstv.com Berita Fakta & Realita