
JNewstv.com | Labuha – Klaim petahana atas pembangunan daerah saat berkampanye menuai kritik dari pengamat politik.
Tindakan tersebut dinilai melanggar prinsip-prinsip demokrasi dan menciptakan ketidakadilan dalam kontestasi Pilkada.
Pengamat politik Maulana MPM Djamal Sjah menilai bahwa tindakan petahana yang mengklaim pembangunan sebagai prestasi pribadi dalam kampanye bermasalah secara etis dan bertentangan dengan prinsip fundamental demokrasi.
“Pembangunan yang dilakukan selama masa jabatan adalah bagian dari tugas pemerintah yang didanai oleh anggaran negara, bukan prestasi pribadi yang layak dijadikan bahan kampanye,” ujar Maulana kepada JNewstv, Jumat (18/10/2024).
Kritik ini muncul menyusul pernyataan petahana Hasan Ali Bassam Kasuba (Bassam) saat berkampanye di Pulau Mandioli, Halmahera Selatan.
Bassam, yang juga calon nomor urut 3 berpasangan dengan Helmi Umar Muchsin, mengklaim telah membangun jalan Lapen Jiko-Indong-Yoyok sepanjang 5 kilometer dalam 9 bulan masa jabatannya.
“Dalam periode ini, meski saya baru sembilan bulan menjabat, kami telah membangun jalan Lapen Jiko-Indong-Yoyok, segmen Lele-Bahu-Galala sepanjang kurang lebih 5 kilometer,” kata Bassam saat kampanye baru-baru ini.
Menurut Maulana, tindakan tersebut melanggar beberapa prinsip demokrasi:
1. Kesetaraan politik: Petahana memanfaatkan keunggulan posisinya yang tidak dimiliki calon lain.
2. Keadilan dalam persaingan: Memanfaatkan hasil kerja pemerintah untuk keuntungan pribadi menciptakan ketidakseimbangan.
3. Akuntabilitas: Mengaburkan batas antara kewajiban publik dan kepentingan politik pribadi.
4. Pemisahan fungsi pemerintahan dan kampanye: Petahana seharusnya tidak menggunakan pencapaian selama masa jabatannya untuk memengaruhi pemilih.
“Menjaga prinsip-prinsip demokrasi seperti keadilan, kesetaraan, dan akuntabilitas sangat penting dalam memastikan bahwa pemilu berlangsung secara bersih dan jujur,” tegas Maulana.
Ia menambahkan bahwa petahana seharusnya tidak mengklaim pembangunan sebagai bagian dari kampanye karena tindakan ini merusak integritas demokrasi itu sendiri.
Hingga berita ini diturunkan, tim kampanye Bassam-Helmi belum memberikan tanggapan terkait kritik tersebut.
JNewstv.com Berita Fakta & Realita