
JNewstv.com | Halteng
Untuk menyerap aspirasi para tim medis dalam persiapan mengatasi dan pencegahan wabah virus corona atau covid -19 di pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Tengah (Halteng) Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Maluku Utara, Haryadi Ahmad dan Astrid Tiara Sari sekertaris komisi IV DPRD Provinsi Maluku Utara, Astrid Tiara Sari melakukan kunjungan kerja (kunker) di Rumah Sakit Umum Weda. (25/3/2020)
Ketua komis IV DPRD Provinsi Maluku Utara Haryadi Ahmad kepada Jnewstv.com mengatakan bahwa virus corona tersebut adalah virus global yang belum ditemukan obatnya oleh karenanya kita harus bersikap waspada, sebab virus ini telah menimbulkan korban jiwa. “Kami berharap semua pihak terkait segera mempersiapan diri, karena ini adalah isu global yang sudah cukup mengganggu dan menimbulkan kekhawatiran berbagai kalangan masyarakat,” akunya.
Ia menjelaskan bahwa kunker yang dilakukan ini sangat penting agar kita tahu bersama bawah langka langka yang sudah diambil oleh rumah sakit umum Weda dalam hal ini tim medis atau para dokter untuk pencegahan dan mengatasi Covid-19 sehingga tidak berdampak pada masyarakat. “Saat ini DPRD Provinsi Maluku Utara telah mendorong Pemerintah Provinsi Maluku Utara untuk menganggarkan pembelanjaan alat pelindung diri (APD) sehingga bisa didistribusi di 10 Kabupaten/kota, dan salah satunya Halteng mendapatkan bantuan APD tersebut,” jelas Haryadi.
Haryadi menerangkan bahwa Halteng adalah daerah yang sangat strategis sebab ada empat pintu masuk yaitu Ibu Kota Sofifi, Kabupaten Haltim, Kabupaten Sorong dan Kabupaten Bacan. “Oleh karena itu butuh APD yang sangat memadai atau lengkap sehingga para tim medis atau dokter bisa bekerja maksimal untuk mengantisipasi Covid-19,” terangnya.
Astrid yang juga sekretaris komisi IV DPRD Provinsi Maluku Utara menambahkan bahwa kunjungan mereka adalah ingin memastikan alat APD yang berada di Rumah Sakit Umum Weda untuk pencegahan Covid-19. ” ini sangat penting untuk dilakukan sehingga ada kekurangan di Rumah Sakit bisa dilaporkan dan dibahas di DPRD Provinsi Maluku Utara,” ucapnya.
Terpisah ,dr Sukri Somole menyampaikan bahwa Ruma Sakit Umum Weda sangat membutuhkan bantuan dari Pemerintah Provinsi Maluku Utara terkait dengan APD yang masih kurang maupun ruang isolasi terbatas di tambah dengan dr spesialis penyakit dalam (paru). “Yang ada hanya dr Patrol klik sehingga sangat tidak memungkinkan jika ada pasien yang diduga mengalami PDP maka dari pihak rumah sakit hanya bisa transit dan itupun flownya minimal 3 jam setelah itu harus bergerak atau rujuk” katanya.
Sementara itu dokter Selvia D, Denggo mengungkapkan bahwa pihak Rumah Sakit Umum Weda telah melakukan sosialisasi terkait dengan pencegahan Covid-19 terhadap masyarakat. “Tim medis adalah garda terdepan sehingga ini sangat penting untuk dilaksanakan para tim medis dalam rangka pencegahan dan mengatasi Covid-19” tutupnya. (Kemal Swedya)
JNewstv.com Berita Fakta & Realita