
JNewstv.com | Labuha – Praktik pemanfaatan identitas suku untuk kepentingan politik kembali mencuat di Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara.
Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) November mendatang, identitas suku Tobelo dan Galela (Togale) dituding hanya dijadikan alat kampanye tanpa membawa perubahan signifikan bagi kesejahteraan masyarakat.
Kritik tajam dilontarkan Sefnat Tagaku, tokoh muda Togale yang juga Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (DPC GAMKI) Halsel. Ia menyoroti bagaimana identitas Togale kerap dieksploitasi selama musim politik namun diabaikan di luar itu.
“Teriakan hotu Yee di Halsel menggema kalau sudah tiba momentum politik, habis itu hilang selama lima tahun. Begitu terus menerus terjadi. Maka tidak salah kalau saya katakan kita hanya dijadikan tempat bersandar kepentingan sesaat,” ucap Sefnat melalui keterangan resminya, Sabtu (28/9/2024).
Sefnat menunjukkan bukti bahwa masih banyak keluarga Togale yang hidup dalam kesengsaraan, jauh dari jangkauan internet, tidak menikmati akses jalan, serta fasilitas kesehatan dan pendidikan yang masih buruk.
Putera kelahiran Gane Timur itu mengajak seluruh keluarga Togale di Halsel agar tidak lagi terpengaruh dengan rayuan para pemangku kepentingan yang mengaku-ngaku sebagai bagian dari keluarga Togale.
“Kita tidak sedang berlomba mencari kepala suku, tapi memilih pemimpin daerah yang mampu bangun masa depan kita bersama. Maka jangan lagi terpengaruh dengan teriakan hotu Yee dan tarian cakalele yang dimainkan sebagai strategi merebut kekuasaan,” tambahnya.
Sefnat berencana untuk menyampaikan pesan ini kepada keluarga-keluarga Tobelo Galela saat berkampanye nanti.
Sebagai Juru Bicara pasangan calon nomor urut 2 Rusihan-Muhtar dan Juru Kampanye, Sefnat menegaskan bahwa Halsel membutuhkan pemimpin yang mampu mengatasi masalah daerah dan menciptakan kehidupan yang penuh toleransi.
“Halsel dengan segala kekayaan alam dan keberagaman masyarakatnya, kita butuh pemimpin yang mampu mengatasi segala masalah di daerah selama ini, pun mampu menciptakan kehidupan yang penuh dengan toleransi, bukan mengkotak-kotakkan satu dengan yang lain hanya kepentingan politik,” tandasnya.
JNewstv.com Berita Fakta & Realita