Home / Pariwisata / Akomodasi / Linggis dan Cangkul Masih Jadi Andalan Bangun Jalan di Desa Umiyal, Masyarakat Menanti Sentuhan Pemerintah Daerah

Linggis dan Cangkul Masih Jadi Andalan Bangun Jalan di Desa Umiyal, Masyarakat Menanti Sentuhan Pemerintah Daerah

HALTENG, JNewstv.com – Pulau Yoi yang terletak di wilayah Desa Umiyal, Kecamatan Pulau Gebe, Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara, hingga kini belum menikmati pembangunan jalan yang layak sejak pemekaran daerah otonomi baru. Selasa (06/05/25)

Keluhan itu disampaikan warga Desa Umiyal kepada wartawan JNewstv.com melalui sambungan WhatsApp pada Selasa, 6 Mei 2025. Mereka menyesalkan belum adanya pembangunan jalan hotmix meski pemekaran Kabupaten Halmahera Tengah telah berlangsung cukup lama.

Foto: Masyarakat Desa Umiyal Bagun Jalan Menggunakan Linggis dan Cangkul Masih.

“Sejak kami kecil sampai sekarang, jalan di desa ini masih seperti dulu. Kami hanya mengandalkan gotong royong warga menggunakan linggis, cangkul, sekop, dan gerobak. Belum pernah kami lihat alat berat masuk desa untuk bangun jalan,” ungkap salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Warga Desa Umiyal berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Tengah memberikan perhatian terhadap kondisi infrastruktur dasar di wilayah mereka. Menurut mereka, cukup dengan pembukaan badan jalan dan peningkatan jalan berbasis sertu (batu sirtu), sudah sangat membantu aktivitas masyarakat.

“Kalau ada jalan, kami bisa gunakan motor bahkan mobil. Sekarang, hasil kebun seperti kopra dan bahan makanan harus kami pikul keluar dari kebun. Ini sangat berat bagi kami,” lanjutnya.

Sejak pemekaran daerah, Halmahera Tengah telah dipimpin oleh sejumlah kepala daerah, mulai dari Hasan Husain Doa dan Drs. Ridwan M. Elyas (2002–2007), I M Al Yasin Ali, M.MT dan Gawi Abbas, SE (2007–2012), hingga Edi Langkara, MH dan Abd. Rahim Odeyani, SH., MH (2017–2022).

Saat ini, daerah dipimpin oleh Ir. Ikram M. Sangadji, M.Si bersama Wakil Bupati Ahlan Djumadil, S.IP untuk periode 2025–2030. Namun, masyarakat Desa Umiyal merasa belum ada kemajuan berarti di sektor infrastruktur jalan.

Melalui media ini, warga berharap jeritan mereka bisa didengar oleh pemerintah. “Kami mohon, dengarlah suara kami dari Pulau Yoi, Desa Umiyal. Kami hanya ingin jalan yang layak untuk hidup yang lebih baik,” tutup warga tersebut penuh harap. IH

About jnews

Check Also

ATR/BPN Dekat Permudah Akses Masyarakat Dapatkan Layanan Pertanahan

JNewstv.Com | Nusantara– ATR/BPN Dekat mengubah pengalaman masyarakat dalam mengakses layanan pertanahan. Program tersebut menghadirkan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


*

HUT Bhayangkara-74 Kompi 1 Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Malut

Ucapan HUT BHAYANGKARA 74 Dari FPII