HALTENG, JNewstv.com – Apel Gelar Pasukan dalam rangka penanggulangan bencana alam banjir di wilayah Maluku Utara tahun 2025 digelar di Lapangan Pendopo Falcilno, Kabupaten Halmahera Tengah, pada Selasa (9/12/2025).
Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Putranto Gatot Sri Handoyo, S.Sos., M.M., dalam amanatnya menegaskan bahwa Maluku Utara merupakan wilayah strategis sekaligus sangat rentan terhadap bencana alam. Selain berada di atas lempengan tektonik aktif, wilayah ini juga dipengaruhi kondisi iklim maritim yang dinamis. Hal tersebut membuat Maluku Utara memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap gempa bumi dan bencana hidrometeorologi.

Apel tersebut turut dihadiri Bupati Halmahera Tengah Ikram Malan Sangadji dan jajaran Forkopimda. Pada kesempatan itu, dilakukan pengecekan terhadap 500 personel pasukan gabungan beserta perlengkapan khusus. Pangdam menjelaskan bahwa untuk wilayah Weda, ancaman bencana paling menonjol adalah banjir bandang dan tanah longsor.
Pangdam menegaskan, apel siaga ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan langkah validasi penting atas kesiapsiagaan seluruh unsur yang terlibat. “Kesiapsiagaan ini diharapkan mampu meminimalisir risiko dan mempercepat respons operasional ketika bencana datang secara tiba-tiba,” tegasnya.
Pelaksanaan apel juga menjadi tanda dimulainya Latihan Lapangan Penanggulangan Bencana Alam Korem 152/Baabullah sebagai kelanjutan dari Latihan Posko I. Dalam tahap ini, konsep umum operasi yang telah dirumuskan sebelumnya akan diuji untuk menghasilkan standar operasi penanggulangan bencana yang aplikatif di lapangan.
Pangdam menekankan pentingnya disiplin dalam pelaksanaan latihan. “Laksanakan latihan ini dengan baik, bermutu, dan penuh tanggung jawab. Seluruh protap dan ketentuan latihan harus diikuti agar sasaran yang direncanakan dapat tercapai,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa pelatihan ini sangat bermanfaat untuk menguasai materi penanggulangan bencana sebagai bekal menghadapi tugas di masa depan. Pangdam berpesan agar seluruh peserta menjaga kesehatan dan kebugaran demi mendukung setiap tugas yang diberikan. Ia juga meminta Pemda, Polri, dan instansi terkait untuk tetap bersinergi dalam penanganan konflik sosial maupun bencana alam.
“Berikan materi pelatihan yang relevan dengan dinamika aktual dan responsif terhadap perubahan lingkungan,” tambahnya.
Di akhir amanatnya, Pangdam menyampaikan harapan agar seluruh rangkaian kegiatan ini meningkatkan kematangan penanganan bencana dengan mengedepankan pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara. “Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa memberikan petunjuk dan perlindungan kepada kita semua,” tutupnya.
Ilham Husen
JNewstv.com Berita Fakta & Realita
