Home / Berita / Pemda Halsel Gagal Lakukan Pengawasan Terhadap Arus Masuk TKA

Pemda Halsel Gagal Lakukan Pengawasan Terhadap Arus Masuk TKA

JNewstv.com Halsel. – Akibat Wabah virus Corona atau Covid -19 yang sangat cepat penyebarannya ini sehingga Pemerintah pusat dan Provinsi serta kabupaten /kota melakukan upaya pencegahan menyebarnya virus tersebut dengan berbagai cara termasuk tidak mendatangkan Tenaga Kerja Asing (TKA) apalagi dari negeri Cina.Namun anehnya Pemerintah Daerah (Pemda) Halmahera Selatan (Halsel) juatru masihmendatangkan TKA Cina di wilayahnya.(13/04/2020)

Berdasarkan pantauan dan informasi yang didapat oleh Jnewstv.com bahwa beberapa hari yang lalu, salahsatu perusahan yang beroperasi di Desa Kawasi, Kabupaten Halmahera selatan yaitu PT Halmahera Persada Lyge telah mendatangkan TKA asal china.Sehingga kedatangan mereka tersebut menuai kontrofersi dari kalangan masyarakat terutama pekerja lokal (karyawan).

Data yang di himpun serta beberapa informasi yang di dapat Jnewstv.com via telpon. Senin 13 april 2020 pukul 07.00 WIT, bahwa TKA asal Cina yang berjumlah 9 orang yang masuk melalui kapal distribusi barang dari cina yang diduga ada penggelapan dari pemerintah dengan pihak perusahaan terutama pemerintah Desa Kawasi.

Kedatangan TKA ini membuat resah masyarakat dan para karyawan hingga menuai protes yang berunjuk bentrok. Protes para pekerja dan masyarakat mulai minggu 12/04 pukul 08.00 – 11.00 WIT sampai Dini hari senin 07.00. Sampai pukul 15.00 Wit belum usai.

Kedatangan TKA asal cina tersebut tentu telah bertentangan terhadap semangat undang undang no 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan dan undang undang kerantina kesehatan no 6 tahun 2018.

Hal ini tentu pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera selatan punya perhatian serius terhadap persoalan yang menimpa masyarakat lingkar tambang tersebut terutama masyarakat Desa kawasi kecamatan obi barat.

Salah satu karyawan yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan bahwa masyarakat dalam hal ini para karyawan menilai pemerintah daerah gagal melakukan pengawasan terhadap para tenaga kerja asing. ” Pemerintah ini telah mengada ngada situasi, kami masyarakat di rumahkan tetapi TKA keluar masuk tidak di awasi dengan ketat,” katanya.

Ia menjelaskan seharusnya Pemerintah Kabupaten Halmahera selatan jangan diam saja, situasi yang terus bergejolak ini tentu akan berimbas kepada masyarakat terutama para pekerja. Apalagi saat ini pemerintah Desa kawasi yang menjadi pelayan masyarakat setempat tidak merespon dengan baik tuntutan dan protes masyarakat. ” Kami berharap Tuntutan kami dapat di respon dengan baik oleh Pemerintah kabupaten dalam hal ini Bupati Bahrain kasuba selaku pemegang kekuasaan,” jelasnya.

Sementara itu beberapa masyarakat saat dikonfirmasi melalui telepon meminta untuk memulangkan TKA yang baru datang dan berikan ruang seluas luasnya bagi para pekerja.

” Tegaskan pada perusahaan yang berbuat sewenang wenang mengeluarkan PHK sepihak,” ucap masyarakat saat di konfirmasi melalui via telpon. (Ardi)

About Redaktur

Check Also

Gelar Silaturahmi dengan Kepsek se-Wasile, Bupati Ubaid Soroti Legalitas Lahan Sekolah

Haltim, JNewstv.com — Bupati Halmahera Timur, Ubaid Yakub, menggelar silaturahmi bersama para kepala sekolah jenjang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


*

HUT Bhayangkara-74 Kompi 1 Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Malut

Ucapan HUT BHAYANGKARA 74 Dari FPII