JNewstv.com | Ternate — Provinsi Maluku Utara tengah menjadi sorotan, baik dari masyarakat pusat maupun daerah, seiring dengan kekhawatiran bahwa Pilkada Maluku Utara 2024 mulai melenceng dari prinsip-prinsip konstitusi dan semangat demokrasi. Menurut Ketua Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) Provinsi Maluku Utara, Taskin Salim Dano, aroma intervensi dan drama “playing victim” telah membayangi Pilkada Maluku Utara, sehingga proses yang diharapkan sistematis, adil, dan demokratis kini terkesan kabur.
Taskin menegaskan bahwa pihaknya menghormati hak semua kandidat untuk mencalonkan diri, termasuk Sherli Tjondoa, istri dari mendiang Benny Laos, yang kini maju sebagai calon gubernur. “Kita menghargai semua kandidat, termasuk Sherli Tjondoa yang punya hak untuk mencalonkan diri di mana pun, termasuk di Maluku Utara,” ungkap Taskin.
Namun, ia mengingatkan bahwa ada kriteria penting yang harus dipenuhi oleh seorang pemimpin. Menurut Taskin, negeri ini tidak bisa dibangun dengan sekadar pencitraan atau drama yang dibuat untuk menarik simpati masyarakat. “Negeri ini tidak bisa sekadar dibangun dengan pencitraan, mempertontonkan drama bagaikan sinetron untuk menghipnotis masyarakat. Harapannya, masyarakat tidak terjebak dan mampu memilih pemimpin yang benar-benar bisa membawa Maluku Utara ke arah yang lebih baik dan setara dengan provinsi lainnya,” ujarnya.
Lebih jauh, Taskin menyatakan bahwa kehidupan masyarakat Maluku Utara saat ini masih dibayang-bayangi kesulitan dan kesedihan. Oleh karena itu, ia meminta para kandidat untuk tidak membawa narasi kesedihan pribadi dalam kampanye, tetapi fokus pada upaya nyata untuk memperbaiki kondisi rakyat. “Kegelisahan, tangisan, dan keresahan rakyat itulah yang diharapkan bisa menjadi catatan penting bagi para calon. Bukan tangisan Sherli Tjondoa yang harus ditampilkan,” tegas Taskin.
Taskin juga mengkritisi fenomena politik transaksional yang dinilainya semakin marak dalam bentuk pembagian sembako dan bantuan lainnya untuk membangun citra positif di mata masyarakat. “Pola seperti itu adalah strategi politik transaksional yang berpotensi menghasilkan pemimpin yang korup. Paslon yang menggelontorkan donasi besar saat kampanye, kemungkinan besar akan berusaha mengembalikan pengeluaran tersebut dengan cara-cara koruptif ketika berkuasa,” jelasnya.
Ia pun mengimbau masyarakat Maluku Utara untuk lebih waspada terhadap politik transaksional ini. “Rakyat Maluku Utara harus waspada, jangan jual daerah yang kaya ini hanya demi bantuan sembako atau donasi lainnya. Masa rakyat Maluku Utara hanya bisa makan dari bantuan kandidat pilkada? Tentu tidak,” ucapnya memperingatkan.
Dalam kesempatan yang sama, Taskin juga menyoroti isu intervensi dalam Pilkada Maluku Utara, yang menurutnya bisa berpotensi merusak prinsip kejujuran dan keadilan dalam proses pemilihan. Salah satu contoh yang ia sampaikan adalah seputar proses medical check-up yang dijalani Sherli Tjondoa sebagai calon gubernur pengganti mendiang Benny Laos, suaminya, yang mengalami insiden naas terbakarnya speed boat Bella 72.
“Diharapkan proses pilkada berlangsung adil, jujur, dan transparan, dan yang terpenting adalah semua paslon harus diberlakukan secara setara,” pungkasnya.
Penulis : Yunda
JNewstv.com Berita Fakta & Realita