
JNewstv.com | Labuha – Kontroversi rendahnya nilai Monitoring Center for Prevention (MCP) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) menuai tanggapan.
Pjs Bupati Halsel, Kadri La Etje, angkat bicara dan berjanji akan mendongkrak nilai MCP yang saat ini hanya 29% menjadi 80-90% dalam waktu dekat.
“Memang ideal atau terbaiknya MCP itu harus capai 90%. Tapi tahun 2023 kemarin, MCP kita 71%, itu tidak ada masalah,” ujar Kadri saat ditemui usai peresmian sebuah kedai di Labuha, Senin (30/9/2024).

Kadri mengakui bahwa nilai MCP Halsel saat ini terbilang rendah. Menurutnya, ada beberapa faktor penyebab,
“Ada OPD yang belum buat dokumen, ada yang sudah buat tapi belum diinput,” jelasnya.
Untuk mengatasi masalah ini, Kadri mengambil langkah tegas.
“Kurang lebih tiga hari ini, OPD saya panggil ke kediaman. Kita brief, memberikan edukasi, mengajak kerjasama,” tambahnya.
Meskipun baru sepekan menjabat, Pjs Bupati optimis bisa meningkatkan nilai MCP Halsel dalam waktu singkat.
“Insyaallah nanti pada dua minggu sampai tiga minggu ke depan, MCP Halsel yang tadinya 29% bisa terkoreksi,” katanya.
Kadri menjelaskan bahwa saat ini, nilai MCP antar OPD bervariasi.
“Rata-rata OPD ada yang mungkin 50%, 60%, tapi ada juga 11%, bahkan 5%,” ungkapnya.
Untuk mendorong peningkatan nilai MCP, Kadri mengaku akan menggelar pertemuan intensif.
“Saya memanggil para asisten dan OPD-OPD. Kita duduk sama-sama, buka laptop, pasang infokus, lalu kita bekerja,” tegasnya.
Sebagai informasi, MCP sendiri merupakan sistem yang digunakan KPK untuk memantau dan mencegah potensi korupsi di instansi pemerintah.
Rendahnya nilai MCP bisa mengindikasikan lemahnya sistem pencegahan korupsi di daerah tersebut.
Sebelumnya, Kadri mengatakan bahwa tim dari KPK akan melakukan supervisi di Halsel terkait rendahnya nilai MCP ini.
Masyarakat kini menanti apakah janji Pjs Bupati untuk meningkatkan nilai MCP bisa terealisasi sebelum tim KPK tiba.
(Red/ifan)*
JNewstv.com Berita Fakta & Realita