Home / Berita / Plt Dirjen Veri Akui Kemendag Dorong Mutu Produk Ekspor, Barang & Jasa Diakui Pasar Global

Plt Dirjen Veri Akui Kemendag Dorong Mutu Produk Ekspor, Barang & Jasa Diakui Pasar Global

JNews Tv.Com | JAKARTA

Kementerian Perdagangan mengapresiasi capaian pelaku usaha yang mampu menerobos peluang ekspor melalui pemanfaatan perjanjian-perjanjian dagang Indonesia dengan mancanegara.

“Pemerintah terus mendorong kualitas produk, barang dan jasa, serta investasi Indonesia agar diakui & diterima pasar global untuk meningkatkan citra Indonesia sebagai negara industri,” ujar Plt Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Veri Anggrijono, Rabu (27/7).

Dirjen Veri menjelaskan pertumbuhan produk domestik yang sangat signifikan merupakan bukti keberhasilan kebijakan hilirisasi industri termasuk besi dan baja, yang ditetapkan pemerintah dimana diharapkan dapat mendongkrak perekonomian nasional dan kesejahteraan masyarakat.

“Apalagi tren pertumbuhan ekspor besi dan baja Indonesia dalam lima tahun terakhir adalah yang terbesar di antara 30 besar eksportir besi dan baja dunia, yaitu sebesar 49,3 persen,” ujar Veri Anggrijono, yang juga Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) itu, usai mendampingi Menteri Zulkifli Hasan saat melepas ekspor baja di Bekasi, Selasa (26/7).

Indonesia saat ini, sambung Dirjen Veri, merupakan eksportir besi dan baja terbesar ke-10 dunia pada 2021 dengan pangsa pasar 3,37 persen. Tujuan ekspor ke Tiongkok, Taiwan, Malaysia, Korea Selatan, dan India. Sedangkan sentra produksi besi-baja nasional di antaranya Tanah Datar di Sumatera Barat, Cipatujuh di Jawa Barat, Kotabaru di Kalimantan Selatan, dan Kabupaten Bone di Sulawesi Selatan.

Pada 2021, Kementerian Perdagangan mencatat besi & baja menduduki peringkat ketiga komoditas ekspor Indonesia. Nilai ekspor besi-baja nasional ke dunia mencapai nilai USD 21,4 miliar, yang meningkat 90,2% dibanding tahun 2020 tercatat sebesar USD 11,2 miliar.

Periode Januari–Mei 2022, nilai ekspor besi dan baja Indonesia ke dunia sudah mencapai USD 12,5 miliar, yang berarti nilai ini lebih tinggi 80,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2021 yaitu USD 6,9 miliar.

Mutu Kompetitif

Sebelumnya Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan, mengungkapkan kualitas baja produksi dalam negeri yang kompetitif dan diakui dunia itu menjadi bukti bahwa pemerintah telah berhasil meningkatkan nilai tambah komoditas baja Indonesia untuk menembus pasar global.

“Ekspor baja ke Selandia Baru ini merupakan bukti pengakuan bahwa kualitas kelas dunia dari baja produksi Indonesia diterima dengan baik di mancanegara,” ujar Mendag Zulhas, panggilan akrab ketua umum Partai Amanat Nasional itu, usai melepas ekspor baja dari pabrik Gunung Raja Paksi di Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa (26/7).

Karena itu, Mendag Zulhas memohon capaian itu apat terus dijaga dan ditingkatkan sebagai upaya memberi sumbangsih yang lebih besar bagi kesejahteraan masyarakat karena mendorong kemajuan perekonomian nasional.

“Kami mengapresiasi manajemen PT GRP yang mengambil peluang ke negara potensial, dan semoga diikuti pelaku-pelaku usaha lain,” ujar Zulkifli Hasan didampingi Sekjen Suhanto, dan Plt Dirjen Perdagangan Luar Negeri, Veri Anggrijono.

Dicontohkannya, PT Gunung Raja Paksi menerobos peluang ekspor baja ke Selandia Baru sebanyak 3.800 metrik ton senilai transaksi mencapai USD4 juta.

“Ekspor baja ke Selandia Baru ini merupakan bukti pengakuan bahwa kualitas kelas dunia dari baja produksi Indonesia diterima dengan baik di mancanegara. Mohon capaian ini dapat terus dijaga & ditingkatkan,” ujar Zulhas, panggilan akrab Ketua Umum Partai Amanat Nasional itu, saat melepas ekspor baja dari pabrik GRP di Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa (26/7).

Di tempat sama Presdir GRP, Abednedju GW Sangkaeng, menyebut ekspor baja ke Selandia Baru sebanyak 3.800 metrik ton senilai transaksi mencapai USD4 juta. Disusul rencana tahun ini menargetkan volume ekspor naik sampai 20% dengan estimasi ekspor sekitar USD 70 juta dari realisasi tahun lalu 5 persen.

“Pada 2021, baja yang dihasilkan 95 persen dipasarkan di pasar domestik dan hanya sekitar 5 persen untuk pasar ekspor,” ujarnya Abednedju. Diakuinya perusahaan keluarga bertransformasi perusahaan publik itu berkapasitas produksi 2,2 juta ton setahun dan telah mengekspor ke Australia, Selandia Baru, AS, Malaysia dan Kanada. (Nanda/Red)

About Redaktur

Check Also

Pos Pengamanan Hutan di Wasile Selatan Ludes Terbakar, Warga Pertanyakan Pengawasan

Haltim, JNewstv.com — Keberadaan pos pengamanan kawasan hutan di Kecamatan Wasile Selatan, Halmahera Timur, kembali …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


*

HUT Bhayangkara-74 Kompi 1 Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Malut

Ucapan HUT BHAYANGKARA 74 Dari FPII