JNewstv | Maluku Utara — Pabrik Nickel Indonesia terbaik milik PT Trimegah Bangun Persada Tbk, Harita Nickel (NCKL), memiliki prospek yang cerah pada tahun 2024 dengan adanya kedatangan investor strategis.
Kenaikan harga nikel menjadi angin segar bagi perusahaan ini dan industri produsen nikel pada umumnya. Menurut Trading Economics, harga nikel per 24 April 2024 mencapai US$19.100 per ton, naik dari US$16.005 pada awal tahun 2024.
PT Trimegah Bangun Persada Tbk, sebagai pemilik Harita Nickel, telah mencatatkan kinerja keuangan yang baik pada tahun 2023 dan masih memiliki potensi pertumbuhan lebih lanjut melalui peningkatan target produksi. NCKL juga berencana untuk menggelar right issue guna membeli saham di perusahaan tambang nikel dan smelter nikel.
Saham NCKL saat ini diperdagangkan dengan rentang harga antara Rp950 hingga Rp960 per lembar. Meskipun saham NCKL mengalami penurunan sebesar 6,40% sepanjang tahun ini, Panin Sekuritas masih merekomendasikan pembelian saham dengan target harga Rp1.150 per lembar. Target konsensus untuk saham NCKL adalah Rp1.205 per lembar.
Panin Sekuritas menyoroti dua faktor yang mendorong rekomendasi positif untuk NCKL. Pertama, peningkatan target produksi perusahaan. Kedua, pengendalian biaya yang baik oleh perusahaan.
Namun, Panin Sekuritas juga mengingatkan bahwa terdapat risiko penurunan harga komoditas terkait yang dapat mempengaruhi kinerja perusahaan.
Harga nikel global saat ini turun menjadi kisaran US$17.000-18.000 per ton karena perlambatan ekonomi China dan persaingan dengan baterai listrik jenis non-nikel seperti Lithium Ferro Phosphate (LFP), serta peningkatan produksi nikel di Indonesia.
Meskipun demikian, terdapat peluang positif bagi harga nikel pada tahun 2024 dengan kisaran US$18.000-19.000 per ton.
Hal ini dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi China yang diperkirakan mencapai 5,3% year-on-year (YoY) pada kuartal I/2024, serta peningkatan permintaan baja nirkarat global yang merupakan pengguna terbesar nikel.
NCKL telah mencatatkan peningkatan produksi bijih nikel sebesar 93,7% YoY menjadi 20,75 juta wet metrik ton pada tahun 2023. Juga, volume penjualan bijih nikel NCKL meningkat sebesar 98% menjadi 15,38 juta wet metrik ton dibandingkan dengan tahun 2022.
Perusahaan menargetkan produksi sebesar 120.000 ton nikel dalam feronikel pada tahun 2024. NCKL juga mencatatkan pendapatan sebesar Rp23,85 triliun pada tahun 2023, naik 149,35% secara tahunan, dan laba bersih sebesar Rp5,61 triliun.
Selain itu, NCKL akan melakukan right issue dengan maksimal 18,92 miliar lembar saham untuk menarik investor strategis. Beberapa calon investor strategis dari Eropa, Asia, dan Indonesia telah menunjukkan minatnya, namun nama-nama calon investor tersebut belum diumumkan. (Red)
Sumber: IndoBisnis
JNewstv.com Berita Fakta & Realita