JNewstv.com. Halmahera Barat — Jum’at, 23 Januari 2026. Dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) melakukan pemetaan menyeluruh terhadap fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) dan dinamika kesehatan masyarakat sebagai langkah strategis menyambut Hari Gizi Nasional yang jatuh pada 25 Januari 2026.
Kepala Dinas Kesehatan Halbar, Novelheins Salakaty, SKM., M.MKes, mengungkapkan bahwa pemetaan ini bertujuan untuk memastikan pemerataan layanan di seluruh wilayah Halmahera Barat. Saat ini, terdapat 21 unit fasyankes aktif yang terdiri dari.
1 unit RSUD Jailolo.
15 unit Puskesmas.
1 unit Instalasi Farmasi Kabupaten.
3 unit Klinik Pratama.
Serta Dinas Kesehatan Kabupaten sebagai pusat koordinasi.
“Kami didukung oleh 1.079 tenaga kesehatan yang tersebar di seluruh fasyankes. Konsentrasi terbesar berada di RSUD Jailolo dengan 318 tenaga, diikuti Puskesmas Jailolo, Ibu, Duono, dan Sidangoli. Semua fasilitas telah memiliki penanggung jawab medis yang kompeten,”. Ujar Novelheins di Kantor Dinkes Halbar, Desa Porniti, Kamis (22/1/2026).
Prioritas Penanganan Stunting dan Gizi
Meski fasilitas memadai, Dinkes Halbar menegaskan bahwa Stunting masih menjadi isu prioritas utama. Berdasarkan data yang dihimpun untuk Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) 2024 (disusun pada 2025), dari 6.094 balita yang diukur, tercatat 756 orang atau 12,4% mengalami stunting.
Tantangan utama di lapangan meliputi rendahnya asupan gizi seimbang, akses sanitasi dan air bersih yang belum merata, serta keterbatasan pola asuh di wilayah pedesaan. Selain stunting, kasus underweight (berat badan kurang) dan wasting (kurus) pada balita dan ibu hamil masih ditemukan secara sporadis.
“Posyandu adalah ujung tombak kami. Meski terkendala jumlah kader aktif dan sarana di beberapa desa, kami terus mendorong penguatan layanan kesehatan berbasis komunitas,” tambahnya.
Tren Penyakit Menular: TB dan HIV/AIDS
Selain masalah gizi, Dinkes Halbar menyoroti tren penyakit menular sepanjang tahun 2025.
Tuberkulosis (TB): Pengelola Program TBC/HIV, Rismon Usman, S.Kep., Ns, melaporkan terdapat 293 kasus TB sepanjang 2025. Mayoritas penderita adalah laki-laki (62%) pada usia produktif.
HIV/AIDS: Tercatat sebanyak 69 kasus di tahun 2025 (35 laki-laki dan 34 perempuan). Terdapat tren peningkatan kasus pada kelompok Ibu Rumah Tangga, yang menunjukkan risiko penularan dari pasangan.
Komitmen Momentum Hari Gizi Nasional tahun 2026, digunakan Dinkes Halbar untuk memperkuat sinergi lintas sektor. Fokus utama mencakup percepatan penurunan stunting, pengendalian penyakit akibat kurang gizi, serta edukasi masif terkait Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti hipertensi dan diabetes.
“Tantangan ke depan adalah pemerataan layanan. Kami berkomitmen meningkatkan kualitas gizi masyarakat dan memperkuat layanan konseling kesehatan guna mendukung stabilitas sosial dan pembangunan di Halmahera Barat,” tutup Novelheins. (Aldy Ngofangare).
JNewstv.com Berita Fakta & Realita