Catatan Tercecer RR ke-35
JNewstv com | Jakarta
Indonesia tersentak, dunia pun terperangah. Manakala Sang Penguasa Lautan, Laksamana Yudo Margono, menandaskan “Satu yard pun kami tak akan mundur!!!” Bahkan, katanya, TNI AL tidak akan mundur atas Natuna demi kedaulatan & kehormatan Bangsa Indonesia.
Sebuah harga diri, benarkah? Yups, Sang Laksamana Yudo tengah menokohkan sebagai Prajurit Sejati; teguh mengimplementasikan tiga (3) prinsip hidup TNI yakni Sapta Marga, 8 Wajib TNI, dan Sumpah Prajurit. Apalagi setelah TNI AL kehilangan 53 prajurit terbaiknya yang tenggelam bersama kapal selam Nanggala 402, pada 21 April 2021. Jalesveva Jayamahe, Di Laut Kita Jaya.
Padahal, saat itu, prajurit (TNI AL) lapangan tengah berhadap-hadapan dengan Coast Guard-nya Tiongkok; yang seringkali mengawal nelayan Cina demi mengejar ikan-ikan perairan wilayahnya kabur memasuki perairan Zona Eksklusif Indonesia. Juga, pemberi utang besar infrastruktur kepada Pemerintahan Presiden Joko Widodo alias Jokowi. Prajurit TNI AL siap pasang badan mengawal eksplorasi SKK Migas Pertamina.
Cerita epos serupa juga didedikasikan prajurit TNI AU. Dengan kepakan sayapnya, Sang Gatotkaca menghadang banyak pesawat Tak Berijin Terbang melintasi udara Nusantara. Setidaknya ada lima kisah heroik itu; Bukan hanya pesawat sipil, pesawat militer Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) pun disuruh angkat kaki.
Kisah itu di antaranya F-18 Hornet US Navy di Pulau Bawean, 2 Juli 2003. Panglima Kosek Hanudnas II Makassar, Marsma Pandji Utama, memerintahkan dua pesawat F-16 Skuadron Udara 3 Lanud Iswahyudi, Madiun, untuk identifikasi visual. Usai disergap, Ke-5 F-18 Hornet US Navy, mengaku mengawal armada Navy, pun pergi menjauh.
Dan, Panglima Besar Jenderal Soedirman pun bangga. Seperti kata bijaknya, “Jangan sekali-kali di antara Tentara Kita ada yang menyalahi janji, menjadi pengkhianat Nusa, Bangsa dan Agama. Harus kamu sekalian senantiasa ingat, bahwa tiap-tiap perjuangan tentu memakan korban, tetapi kamu sekalian telah berSumpah Ikhlas Mati untuk Membela
Temanmu yang telah Gugur sebagai Ratna, lagi pula untuk membela nusa, bangsa dan agamamu, sumpah wajib kamu tepati. Sekali Berjanji Kamu Tepati”.
Namun, kata bijak Sang Jenderal Besar TNI juga pernah mengingatkan, “Pelihara TNI, pelihara angkatan perang kita, jangan sampai TNI dikuasai oleh partai politik manapun juga.” dan “Tentara tidak boleh menjadi alat suatu golongan atau orang siapapun juga”.
Peringatan serupa diungkap Pemerhati Politik & Kebangsaan, M Rizal Fadillah. Bagian tulisan dalam media sosial (Rabu, 10/12/2021) menyuarakan, “Di tengah kultur politik yang sering tidak jelas integritas diri dimana banyak pejabat yang berwatak pengecut atau hipokrit, maka fenomena Yudo Margono menjadi sangat menarik. Wajar jika muncul banyak apresiasi. Tabik!!!
Penulis : Rinaldi Rais, Wartawan al-Faqir
JNewstv.com Berita Fakta & Realita