JNewstv.com | LABUHA,- HALSEL
Sejumlah keluarga pasien Rumah Aakit Umum Daerah (RSUD) Labuha, kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) mengamuk di duga adanya pembatasan pelayanan dan menanyakan suku serta asal usul pasien yang di lakukan oleh rumah sakit melalui pihak keamanan (sekuriti). (22/11/21)
Berdasarkan informasi dan pantauan media sejumlah keluarga pasien mengamuk di hadapan petugas keamanan RSUD, karena petugas keamanan tersebut menyampaikan peraturan pelayanan rumah sakit Labuha bagi pasien yang masuk ke poli kandungan sebatas 10 orang dan poli mata di batasi 5 orang saja. ” Saya hanya sekedar menjalankan tugas untuk menyampaikan arahan pihak rumah sakit, “saat di tanya keluarga pasien.
Selain membatasi pelayanan terhadap pasien, pihak rumah sakit juga di duga menanyakan suku dan asal usul pasien sebelum menerima pasien untuk mendapatkan pertolongan.
AA, salah satu satu warga asal desa Wayaua, kecamatan Bacan Tmur Selatan yang keluarga berobat di RSUD Labuha in kecewa terhadap pelayanan rumah sakit tersebut. ” Saya sudah 4 kali bulak balik dari Wayaua ke rumah sakit naik mobil dengan biaya 100 ribu rupiah per dua orang, bila pergi dan pulang (pp) sudah Rp. 200 ribu rupiah per dua orang,” akunya.
Begitu juga warga lain membenarkan bahwa, sebagian pasien sudah menunggu dan antri mulai dari jam 5 subuh hampir siang di depan pintu rumah sakit. “Saya bersama saudara perempuan yang lagi mengadung hampir siang sudah di rumah sakit mengambil nomor antrian, dan saat kami datang sebelum jam pelayanan banyak keluarga pasien terlebih dulu menunggu di depan pintu masuk rumah sakit,” Cetusnya
Lanjut ia, sudah lama menunggu antrian, sekurity dan petugas loket memberitahu pembatasan pasien tersebut. ” Saya sudah menunggu dan antei lama, eh ternyata sekurity dan petugas loket baru memberi tahu soal pembatasan pasien,bagamana kita tidak mengamuk. Padahal kami sudah ikuti prosedur daftar lewat online dari jauh hari sebelum kami datang,” kesalnya.
Hal senada juga disampaikan salah satu keluarga pasien yang tidak menyebutkan namanya pada awak media bahwa sudah beberapa kali dirinya membawa istri yang sedang mengandung ke poli kandungan namun belum juga di layani. ” Saya bawa istri yang lagi mengandung sudah berulang kali, dan setiap kami datang selalu di tanya asal dari mana dan suku apa. Sampai saat ini istri saya belum mendapatkan pelayanan,” tuturnya.
Sementara itu kepala bidang pelayanan medis RSUD Labuha (Halsel), Fahri Bahrudin S.St. MM. di temui wartawan di ruang kerjanya menjelaskan bahwa pihak rumah sakit tidak membatasi pasien. ” Hanya waktu kemarin pandemi Covid -19 yang sedang naik, kami masih batasi pasien, tapi untuk saat ini kami tidak lagi membatasi pasien poli mata atau pasien ibu hamil maupun poli lainnya,” jelasnya
Selain itu kata Fahri, pihak rumah sakit sebatas meminta pasien untuk memenuhi swep , Dan kami tidak menanyakan suku atau pasien asal mana. setiap pasien kami sekedar menanyakan data penduduk yang di butuhkan rumah sakit,” ucapnya. (Rf/Red)
JNewstv.com Berita Fakta & Realita