Home / Berita / Soal Survey Ganjar-Erick, Lely Arriane Sebut Baca Analisa Politik Butuh Banyak Peristiwa

Soal Survey Ganjar-Erick, Lely Arriane Sebut Baca Analisa Politik Butuh Banyak Peristiwa

JNewstv.com | Jakarta. Pakar Komunikasi Politik, Lely Arriane menilai nama Ganjar Pranowo-Erick Thohir yang ramai di survey nasional tidak perlu ditanggapi secara berlebihan.

Elektabilitas Kedua tokoh itu diakui merangkak naik tapi masih ada nama lain yang lebih unggul dari keduanya, yakni Prabowo Subianto yang merupakan Ketua Umum Partai Gerindra.

Untuk itu, masih butuh kajian secara comprehensive karena menganalisa politik itu mesti merangkai banyak peristiwa.

” Politik mempunyai kalkulasi sendiri, tapi kan ganjar dan erick ramai di survey nasional? sah-sah saja. Timbul pertanyaan bagaimana dengan restu lembaga? proses elektoral? presidental treshold? lebih penting lagi adalah menganalisa politik itu tak lepas dari merangkai banyak paeristiwa,” ungkap lely, Rabu (11/5/2022).

Lantas darimana peristiwa itu terjadi?

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri dalam berbagai kesempatan memberikan komentar kepada pihak-pihak yang tidak tertib dengan aturan partai, maka konsekwensinya sangat fatal.

Oleh karena itu, membaca kans Ganjar maju dari PDIP adalah mustahil. Bahkan PDIP justru merugi jika memilih Ganjar sebab Ganjar pasti tidak akan berhenti 1 periode jika dia Presiden dan itu memungkinkan Ganjar menutup peluang kader lain PDIP untuk maju di 2029. Belum lagi soal masa depan partai yang tidak dijamin kesolidannya.

Potret media komunikasi politik sejauh ini melalui organisasi, interpersonal, media masa dan media sosial serta kelompok kepentingan (relawan-relawan/ organisai masa pendukung tokoh tertentu).

Berbicara soal Ganjar, diakui bahwa Gubernur Jateng itu sangat mencuri perhatian publik di jagat maya. Begitupun dengan kelompok/ormas yang telah mendeklarasikan sosok Ganjar.

Pertanyaannya? apakah Ganjar sudah mendapatkan restu dari Megawati? tentu tidak. Dalam hal ini, Megawati jelas lebih memilih Puan Maharani ketimbang tokoh lain.

Bagiamanapun, Megawati tetap menghendaki trah atau keturunan Soekarno.

Namun ucap Leley, Megawati sadar Puan Maharani masih dalam tahap belajar jadi kemungkinan besar ditempatkan di no 2 untuk cawapres di 2024 mendatang.

Soal Capres, Lely menilai bahwa di berbagai survey dan komunikasi politik pasca 2019 agak berbeda. Apalagi rival Jokowi yakni Prabowo masuk dalam kabinet Jokowi sehingga kemesraan dan sinyal Mega-Prabowo kembali terjadi.

Lely melihat prabowo memiliki elektabilitas paling tinggi karena ada tabungan elektabilitas sebelumnya. Sementara Puan sendiri belum populer.

Memang ini dilema bagi Ganjar, sebagai politisi PDIP, elektabilitas Ganjar tinggi tapi bukan paling tinggi seperti yang pernah dikantongi Jokowi. Faktanya saat ini adalah Prabowo yang paling tinggi. Jadi PDIP pasti tidak mau berspekulasi meloloskan orang yang notabene dalam survey saja masih dikalahkan tokoh lain.

Ns/Red

About jnews

Check Also

ATR/BPN Dekat Permudah Akses Masyarakat Dapatkan Layanan Pertanahan

JNewstv.Com | Nusantara– ATR/BPN Dekat mengubah pengalaman masyarakat dalam mengakses layanan pertanahan. Program tersebut menghadirkan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


*

HUT Bhayangkara-74 Kompi 1 Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Malut

Ucapan HUT BHAYANGKARA 74 Dari FPII