JNewstv.com | Maluku Utara — Sultan Jailolo mempersembahkan sejarah adat Jiko Makolano dengan mengangkat kekayaan budaya suku Sahu dan suku Wayoli di daerah Jailolo.
Suku Sahu terkenal dengan keahlian dalam kerajinan tangan dan seni tradisional, sementara suku Wayoli memiliki kekayaan budaya dan tradisi yang unik pada Rabu, 5 Juni 2024.
Menurut Gamal, selaku Jogugu (Pemegang) Kesultanan Jailolo, “Disi memiliki ciri khas tersendiri yang membedakannya dari suku Sahu dan suku Wayoli. Disi juga merupakan bagian dari keragaman budaya yang kaya di daerah Jailolo. Setiap suku di Indonesia memiliki warisan budaya yang unik dan beragam, termasuk dalam hal bahasa, adat istiadat, seni, dan tradisi,” ucapnya.
Lanjut, Jogugu menyatakan bahwa “makanan adat merupakan bagian penting dari budaya dan tradisi masyarakat setempat di berbagai daerah, termasuk di Jailolo”.

Makanan adat sering kali menjadi simbol kebersamaan, identitas, dan warisan budaya yang dilestarikan dari generasi ke generasi. Di Jailolo, makanan adat masyarakat setempat juga memiliki peran yang sangat penting dalam upacara adat, perayaan, dan acara penting, paparnya.
Tambah, Jogugu menjelaskan bahwa ciri khas makanan adat di berbagai daerah, termasuk di Jailolo, adalah penggunaan bahan-bahan lokal yang melambangkan keberagaman alam dan kearifan lokal. Makanan adat sering kali menggunakan bahan-bahan tradisional yang tersedia di sekitar wilayah tersebut, seperti hasil pertanian, hasil laut, rempah-rempah, dan bahan makanan lokal lainnya.
Selain itu, cara memasak, penyajian, dan makna simbolis dari makanan adat juga menjadi ciri khas yang membedakan makanan adat dengan masakan sehari-hari.
Makanan adat sering disajikan dalam upacara adat, perayaan keagamaan, acara penting, dan menjadi bagian integral dari identitas budaya masyarakat setempat.
Sasadu adalah salah satu makanan adat yang dikenal di daerah Jailolo. Makanan ini merupakan bagian dari kekayaan kuliner tradisional masyarakat setempat.
Sasadu biasanya terbuat dari beras ketan yang dicampur dengan kelapa parut, gula merah, dan bumbu-bumbu tradisional lainnya. Proses pembuatan Sasadu sering melibatkan teknik memasak dan penyajian khas yang membuatnya menjadi makanan adat yang istimewa.
Sasadu sering disajikan dalam berbagai acara adat, perayaan, atau sebagai hidangan istimewa dalam budaya lokal di Jailolo.
Keunikan rasa dan aroma Sasadu mencerminkan warisan kuliner tradisional yang dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat setempat.
Pakaian adat istiadat suku Wayoli dan Sahu merupakan bagian penting dari identitas budaya dan tradisi masyarakat setempat di Jailolo.
Pakaian adat suku Wayoli dan Sahu memiliki ciri khas yang membedakannya dari suku-suku lain dan sering kali mencerminkan nilai-nilai, sejarah, dan keindahan budaya mereka.
Suku Wayoli dikenal dengan pakaian adat yang warna-warni dan motif-motif tradisional yang kaya akan makna simbolis. Pakaian adat suku Wayoli sering kali terbuat dari kain tenun atau kain tradisional lainnya yang dihiasi dengan sulaman tangan atau motif-motif khas suku Wayoli.
Sementara suku Sahu juga memiliki pakaian adat istiadat yang unik dan indah. Pakaian adat suku Sahu biasanya terdiri dari busana tradisional yang elegan dan dihiasi dengan detail-detail khas suku Sahu, seperti motif tenun, hiasan manik-manik, atau aksesoris tradisional. (Ilon/Red)
JNewstv.com Berita Fakta & Realita