JNewstv | Ternate — Di bawah langit biru dan hembusan angin laut yang lembut, suasana haru dan hikmah menyelimuti ritual adat Kololi Kie dan Fere Kie yang digelar oleh Sultan Ternate bersama para Bobato Kesultanan, unsur Forkopimda, serta Pokdarkamtibmas Bhayangkara Maluku Utara.
Ritual sakral yang dilaksanakan di pesisir pantai Ternate ini bukan sekadar prosesi adat, melainkan doa panjang yang diucap dalam kebersamaan sebuah wujud penghormatan kepada alam, leluhur, dan Sang Pencipta atas anugerah kedamaian di bumi Moloku Kie Raha.
Di tengah lantunan doa dan gemuruh ombak, terlihat pemandangan penuh makna para tokoh adat, masyarakat, dan aparat keamanan duduk bersisian, menyatu dalam satu lingkaran kebersamaan tanpa sekat. Nilai persaudaraan, penghormatan, dan rasa syukur berpadu menjadi satu harmoni indah.
“Kololi Kie dan Fere Kie mengajarkan kita untuk tidak melupakan asal, menghargai alam, dan menjaga keseimbangan hidup. Dari sini kita belajar, bahwa kedamaian lahir dari hati yang saling menghormati,” ujar salah satu Bobato dengan suara lembut namun penuh makna.
Ketua Pokdarkamtibmas Bhayangkara Maluku Utara, Akmal Mustafa, menyampaikan rasa haru dan bangganya bisa turut serta dalam prosesi adat yang sarat nilai spiritual ini.
“Kami bersyukur dapat menjadi bagian dari ritual penuh makna ini. Dalam Kololi Kie dan Fere Kie, kami belajar tentang arti sejati kebersamaan bahwa keamanan dan kedamaian tidak hanya dijaga dengan kekuatan, tapi dengan kasih, silaturahmi, dan rasa saling percaya,” ungkap Akmal dengan nada penuh kehangatan.
Lebih lanjut, Akmal menegaskan bahwa semangat adat dan kebersamaan menjadi dasar kuat bagi Pokdarkamtibmas dalam menjalankan tugas sosial kemasyarakatan. “Dari pantai ini, dari hati yang bersatu, kita bangun Maluku Utara yang damai, aman, dan penuh cinta persaudaraan,” tambahnya.
Kehadiran Sultan Ternate dan seluruh unsur Forkopimda memperkuat pesan moral bahwa adat dan pemerintahan bukan dua hal yang terpisah, melainkan dua kekuatan yang berjalan seiring untuk menciptakan tatanan sosial yang harmonis.
Prosesi Kololi Kie dan Fere Kie di tahun ini menjadi simbol penyatuan jiwa dan semangat kebangsaan, mengingatkan bahwa menjaga tradisi adalah menjaga jati diri, dan menanam kebersamaan berarti menumbuhkan kedamaian untuk generasi masa depan.
Dari tepian laut Ternate, doa dan kebersamaan berpadu menjadi cahaya menerangi hati, menguatkan langkah, dan meneguhkan tekad untuk terus menjaga Maluku Utara dalam damai dan kasih persaudaraan. (Ilon)
JNewstv.com Berita Fakta & Realita