Oleh : Faisal Kurniawan Sangadji
Tragedi Ahad New delhi, India membuka mata manusia di seluruh kalangan poros dunia RUU kewenangan baru yang menyerang konstitusi sekuler dan diskriminasi terhadap minoritas muslim adalah tabu Citizenship Amandement Act adalah konspirasi bejat pemerkosaan akidah.
Keputusan Mahkamah agung hanyalah seremoni hasil onani ruang kepentingan Rumah rumah ibadah dimata manusia hanyalah miniatur kertas yang dikoyak akibat propaganda bejat
Unjuk rasa penolakan UU di Inda kian menggelar Gemah takbir lirih dalam semangat keadilan muslim New delhi. Konyolnya National Register of citizens (NRC) yang dirancang pemerintah nasionalis hindu untuk mengusir muslim kian menjadi lelucon pemerintah. Manifesto partai Bharatiya Janata sama tumpulnya dengan dengkul batu batu hasil kerusuhan.
Minoritas agama dan liberal semakin tidak nyaman dengan peraturan gila perdana menteri india Penentangan partai politik muslim dan juga kelompok hak asasi manusia yang sudah jelas melanggar konstitusi sekuler masih disepelekan oleh mahkama agung
Petisi terhadap kerusuhan berbasis agama telah mengutuk pemerintah dan kepolisian di Delhi. Kerusuhan yang terjadi bukan lagi tentang hukum kewarganegaraan baru, kekerasan itu berubah menjadi sektarian, orang orang diserang berdasarkan agama Meraka. Miris.
Mesjid terbakar , toko toko rumah huni menjadi sasaran gerombolan perusuh, halaman halaman kitab suci Al-Qur’an berhamburan di tanah.
200 orang muslim/Hindu menjadi korban ganasnya propaganda agama yang tidak aspiratif.
Sekali lagi undangan itu telah tiba, menyeruh kepada seluruh umat dipenjuru dunia bahwa jika akal sehat tidak diterima, hukum menjadi aparatur kebejatan maka bersiaplah bumi akan digoncangkan dengan letupan ke 3 rasio politik akhir zaman.
Bersiaplah !
JNewstv.com Berita Fakta & Realita