Home / Pariwisata / Akomodasi / Tembus Banjir Kini Desa Salube Punya ‘Jembatan Merah Putih Polri’ yang Megah

Tembus Banjir Kini Desa Salube Punya ‘Jembatan Merah Putih Polri’ yang Megah

JNewstv.com | HALMAHERA UTARA – Jum’at 06 Maret 2026. Ingatkah Anda dengan sebuah video viral yang menyayat hati pada 1 Desember 2025 lalu? Sebuah video amatir merekam keputusasaan warga Desa Salube, Kecamatan Loloda Kepulauan, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara. Di tengah guyuran hujan deras dan amukan banjir bandang, warga terpaksa turun ke sungai berarus deras, saling bahu-membahu menggotong keranda jenazah.

Satu-satunya jembatan darurat dari batang pohon yang mereka bangun secara swadaya hancur tak bersisa diterjang air. Padahal, Tempat Pemakaman Umum (TPU) berada tepat di seberang sungai. Nyawa yang hidup dipertaruhkan demi mengistirahatkan mereka yang telah tiada. Video itu viral, membuat netizen se-Nusantara menangis dan mendesak adanya perhatian.

Kini, air mata kesedihan itu telah mengering, berganti dengan tangis bahagia.

Foto : Pembagunan Jembatan Merah Putih Polri di desa Salube Bersama Brimob Polda Malut dengan Warga Masyarakat secara Gotong Royong.

Doa warga Desa Salube dijawab dengan cara yang luar biasa. Kapolda Maluku Utara melalui Dansat Brimob langsung merespons tragedi kemanusiaan tersebut. Pada Minggu, 25 Januari 2026, sebanyak 17 personel Satbrimob Polda Malut di bawah komando DPP IPDA Ikram Kadir diterjunkan ke lokasi. Misi mereka satu: membangun jembatan beton yang kokoh agar tragedi pengantaran jenazah tak lagi terulang.

Selama berminggu-minggu, pemandangan luar biasa tercipta di Desa Salube. Aparat berseragam berbaur dengan warga yang menggunakan pakaian seadanya. Mereka bahu-membahu memikul batu dari jarak 200 meter, mengaduk semen, hingga merangkai besi.

Kepala Desa Salube, Sabri Duduaka, tak kuasa menyembunyikan rasa harunya melihat progres pembangunan jembatan sepanjang 12 meter dan lebar 3 meter tersebut.

“Kami sungguh tidak menyangka doa kami dijawab secepat ini. Pembangunan ini difokuskan pada pembuatan kerangka cor tiang jembatan yang sangat kuat. Material pendukung seperti pasir, kerikil, semen, maupun besi semuanya dimuat lewat kapal laut KM. Aksar 09 atas bantuan luar biasa dari anggota Brimob Polda Malut. Bapak-bapak Brimob ini siang malam kerja keras bersama warga kami. Mewakili masyarakat Salube, rasa syukur dan terima kasih kami tak terhingga,” ungkap Kades Sabri Duduaka dengan suara bergetar.

Kehadiran jembatan yang kini diberi nama “Jembatan Merah Putih Polri” ini bukan sekadar infrastruktur, melainkan simbol kebangkitan dan penyembuh trauma bagi warga, khususnya generasi muda setempat.

Tokoh Pemuda masyarakat Desa Salube, Waldi Hi. Rauf, S.Hi., memberikan apresiasi tertingginya atas dedikasi tanpa lelah dari Satbrimob.

“Kejadian Desember lalu adalah mimpi buruk dan trauma mendalam bagi kami. Melihat orang tua kami harus menantang maut di tengah banjir bandang… itu sangat menyayat hati. Namun hari ini, melihat Jembatan Merah Putih Polri berdiri megah, rasanya seperti keajaiban. Mewakili seluruh elemen pemuda, kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Dansat Brimob Polda Maluku Utara dan seluruh personel yang rela meninggalkan keluarga demi membangun desa kami. Jembatan ini adalah urat nadi kehidupan kami yang baru!” tegas Waldi Hi. Rauf penuh semangat.

Berdasarkan pantauan dan laporan terkini per hari Kamis, 5 Maret 2026, progres “Jembatan Merah Putih Polri” telah menyentuh angka 99%.

Sejak pukul 16.00 hingga 18.00 WIT sore tadi, tim yang dipimpin IPDA Ikram Kadir bersama warga mulai melakukan finishing, yakni pengecatan jembatan dan pembersihan area sekitar proyek. Jembatan beton ini kini tampak berdiri gagah, siap melawan arus sungai sekuat apa pun saat musim hujan tiba.

Pengerjaan akan dilanjutkan esok hari untuk menuntaskan sisa 1% sebelum jembatan ini rampung total 100% dan siap diresmikan.

Kolaborasi indah antara Satbrimob Polda Maluku Utara dan warga Desa Salube ini menjadi bukti nyata bahwa negara hadir, dan gotong royong masih menjadi senjata paling ampuh di Bumi Pertiwi. Jembatan ini tak hanya menghubungkan dua sisi sungai, tetapi juga menyambungkan asa, mobilitas, dan roda ekonomi warga Loloda Kepulauan.

Mari kita sebarkan kabar baik ini! Dari kepedihan menuju kebangkitan.

Jurnalis: Syahril

About jnews

Check Also

Pos Pengamanan Hutan di Wasile Selatan Ludes Terbakar, Warga Pertanyakan Pengawasan

Haltim, JNewstv.com — Keberadaan pos pengamanan kawasan hutan di Kecamatan Wasile Selatan, Halmahera Timur, kembali …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


*

HUT Bhayangkara-74 Kompi 1 Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Malut

Ucapan HUT BHAYANGKARA 74 Dari FPII