JNewstv.com | Ternate
Harga Rapid Test yang mencekik leher bagi warga dan para sopir truk angkutan antar lintas Halmahera dari mulai 500 rb sampai 800 ribu lebih per sekali test melebihi Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang di berikan pemerintah membuat Asosiasi Sopir Lintas Halmahera (ASLIH) melakukan demo mogok jalan di pelabuhan fery Bastiong,Ternate Selatan,Kota Ternate. (02/06/2020)
Koordinator aksi Asosiasi Sopir Lintas Halmahera (ASLIH) Syahril Satifudin saat ditemui JNewstv.com mengatakan bahwa sopir angkotan yang ada di kota Ternate dan Halmahera, menilai proses pembuatan surat rapid test untuk melakukan bepergian dalam rangka mendistribusikaan bantuan sembako yang ada di pulau Halmahera demi masyarakat umum terkendala dengan adanya rapid test yang harganya sangat memberatkan.
” Untuk Pengurusan rapid test yang waktunya hanya satu minggu perjalanan harus mengeluarkan biaya maksimal sebesar Rp.849.000 dan itu sekali jalan saja sehingga membuat kami para sopir keberatan,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa ASLIH memintah kepada gugus tugas provinsi Maluku Utara untuk sementara menggratiskan biaya rapid test bagi para sopir pengangkut distribusi makanan ke daerah Halmahera agar tidak terbebani.
” Mestinya dengan kondisi pandemi covid 19 ini pemerintah harus ada upaya untuk memberikan rapid test gratis kepada sopir angkotan,karena kami ini juga membantu masyarakat dan pemerintah untuk menyalurkan bantuan di setiap kabupaten luar kota Ternate, misalnya Halteng, Haltim, Halut, Jailolo dan Halsel,” jelas Syahril
Syahril menerangkan bahwa para sopir yang tidak mempunyai surat keterangan rapid test,maka tidak bisa masuk ke daerah Halmahera yang masih menginginkan para sopir untuk di rapid test.Sedangkan di Ternate hanya surat kesehatan dari puskesmas saja sudah bisa untuk ijin keluar Halmahera.

” Kami menginginkan kepada gugus tugas provinsi untuk menghimbau pemerintah kabupaten yang ada diHalmahera untuk memudahkan para sopir pengangkut distribusi makanan dan lainnya untuk masuk kedaerahnya,seperti yang dilakukan oleh pemerintah kota Ternate yang hanya mengeluarkan surat kesehatan dari puskemas bisa keluar namun di daerah Halmahera dan sekitarnya harus melakukan rapid test dulu baru bisa masuk dan keluar,” terangnya.
Sementara itu koordinator posko gustu pelabuhan Fery Bastiong,Mansur kepada JNewstv.com mengakui bahwa yang di permasalahkan para sopir angkutan yang demo ini mempermasalahkan harga rapid test yang memberatkan pendapatan mereka,karena kabupaten/kota yang dituju melakukan rapid test.
” Untuk di Kota Ternate tidak ada masalah dan kami tidak menahan mereka untuk ke luar daerah namun kabupaten/kota yang di tuju yang melakukan rapid test yang dianggap memberatkan para sopir,” akunya.
Sementara itu Kapolsek Ternate Selata,Iptu Supriyadi yang mengawal aksi demo para sopir angkutan yang tergabung dalam ASLIH menghimbau agar tidak anarkis sehingga tidak mengganggu keamanan di pelabuhan Fery Bastiong ini.
” Kami akan mengawal aksi demo para sopir ini agar tidak melakukan anarkis,silahkan mengaspirasikan pendapatnya namun dengan cara santun dan damai demi kemashalatan bersama,” tutupnya. (Kemal/ilon)
JNewstv.com Berita Fakta & Realita