JNewsTv.com | Halmahera Barat. Tim Pemenangan Paslon Iskandar Idrus-Lusiany I. Damar (IKHLAS) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Bawaslu Halmahera Barat, Rabu malam (27/11/2024). Demonstrasi ini menuntut agar Bawaslu segera menindaklanjuti dugaan pelanggaran politik uang yang dilakukan Paslon nomor urut 03, James Uang-Djufri Muhammad (JUJUR).
Aksi yang berlangsung mulai pukul 21.09 WIT tersebut dihadiri sejumlah massa pendukung IKHLAS. Dalam orasinya, Juru Bicara IKHLAS, Joko Ahadi, menegaskan bahwa dugaan praktik politik uang yang terjadi selama masa tenang Pilkada telah mencoreng demokrasi di Halmahera Barat.
“Pilihan rakyat telah dinodai oleh praktik politik uang yang masif, terstruktur, dan sistematis. Kami meminta Bawaslu dan Gakkumdu untuk segera memproses temuan tangkap tangan beberapa waktu lalu. Jika tidak ditindak tegas, ini akan menjadi preseden buruk bagi demokrasi kita,” ujar Joko.
Ia juga menyebutkan bahwa ada bukti nyata berupa video dan dokumen yang telah tersebar di media sosial serta berada di tangan Bawaslu. Joko meminta Bawaslu menjaga integritas dengan tidak berkompromi atau bersekongkol untuk melindungi pelaku.
Sekretaris Tim Pemenangan IKHLAS, Cale, menyampaikan bahwa aksi ini bukan hanya sekadar protes. “Kami akan menduduki kantor Bawaslu dan Gakkumdu hingga keputusan diskualifikasi pasangan nomor urut 03 dikeluarkan. Dugaan pelanggaran yang dilakukan pasangan ini telah mencoreng demokrasi Halmahera Barat,” tegasnya.
Menurut Joko Ahadi, praktik politik uang ini melibatkan sejumlah oknum, termasuk dua camat dan dua kepala desa. Mereka adalah Norlis (Camat Loloda), Warjin (Camat Ibu Selatan), Kepala Desa Togowo (Kecamatan Tabaru), dan Kepala Desa Todoke (Kecamatan Tabaru).
Menanggapi aksi demonstrasi tersebut, Komisioner Bawaslu Halmahera Barat, Helni Rosiana Amo, menyatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan dan registrasi kasus ini dengan nomor 02/TM/PB/Kab/32/03/XI/2024.
“Kami sudah memulai tahapan klarifikasi dan akan menyelesaikannya dalam waktu kurang dari lima hari, sesuai dengan Perbawaslu. Kami meminta masyarakat untuk terus mengawal proses ini,” jelas Helni.
Helni juga mengingatkan bahwa pada pekan sebelumnya, Bawaslu bersama seluruh paslon telah mendeklarasikan komitmen menolak politik uang. Deklarasi tersebut, menurutnya, adalah wujud keseriusan Bawaslu dalam menegakkan Pilkada yang bersih dan berintegritas.
Aksi ini diakhiri dengan komitmen massa pendukung IKHLAS untuk terus mengawal kasus dugaan pelanggaran politik uang hingga tuntas. Mereka berharap, Bawaslu dan Gakkumdu dapat menunjukkan integritas dan profesionalisme dalam menangani kasus ini.
Laporan oleh: Aldy Ngofangare
Editor: Redaksi JNewsTv
JNewstv.com Berita Fakta & Realita