
TDORE. JNewstv.com – Tekad dan berani Tim Sekolah Sepak Bola (SSB) Nuku Junior dari Tidore dalam menghadapi tantangan semakin berkobar. Dengan semangat belajar dan berkembang, mereka siap berkompetisi pada Festival Usia Dini “Ponegoro Cup” U-10 dan U-12 yang akan diselenggarakan di Minahasa Utara pada tanggal 27-29 Desember 2023 mendatang. Jumat, 1/12/2023.
Hal ini dipaparkan oleh sang Allenatore SSB Nuku Usia 11-12, Abdu Rahman Daud biasa disapa Maman, mengungkapkan persiapannya untuk empat tim, dua tim untuk usia 10 tahun dan dua tim untuk usia 12 tahun.
“Semangat belajar dan berkembang tersebut langsung diutarakan sang Allenatore SSB Nuku Usia 11-12, dikatakannya saat ini SSB Nuku menyiapkan empat tim. Masing masing dua tim usia 10 dan dua tim usia 12 tahun. ia tegaskan tujuan utama kami mengikuti ivent diluar adalah belajar dan berkembang, juara adalah bonus dari hasil latihan anak-anak sebab visi kami membentuk SSB Nuku ini untuk menciptakan pemain muda berkualitas yang kemudian hari bisa membawa nama harum daerah baik di level nasional bahkan internasional”. ungkap Abdu Rahman pelatih pecinta kopi yang biasa disapa Maman, kepada JNestv.com, beberapa waktu lalu saat melatih di markasnya lapangan SSB Nuku, Soasio Tidore.
“Sejauh ini kami belum target juara, tapi kami akan tetap berusaha bersaing dengan tim-tim dari Sulawesi Utara. Saya menilai anak-anak yang tampil nanti mengerti dan paham soal bagaimana bermain bola yang baik dan secara tim sudah padu. Ia mengaku, materi pemain yang diikutkan dalam turnamen kali ini merupakan murni anak asuhnya yang selama ini di bina. Saya optimis SSB Nuku Tidore bisa menembus empat besar dalam turnamen kali ini,“ terangnya.
Selain itu, Ketua SSB Nuku, Abdu Latif Ahmad, menambahkan dimensi yang lebih luas terkait partisipasi dalam Festival usia dini Ponegoro Cup ini. bahwa turnamen ini tidak hanya akan meningkatkan semangat bermain sepak bola pada anak-anak usia dini yang berlatih di ssb Nuku, tetapi juga ada nilai positif yang dapat dorang bawa pulang yakni adanya perkembangan fisik, mental, karakter, kemandirian, moral, dan aspek religiusnya, untuk itu perlu adanya singkronisasi dukungan dan kepercayaan dari orang tua, pelatih, dan pemain. terangnya.
Abdu juga menyoroti kendala finansial yang selama ini dilema, katanya, “Saya sempat bingung juga ketika adanya Tour ke luar daerah, para orang tua terpaksa dibebankan masalah transportasi anak-anak, ia ingatkan, sejauh ini kami terus berupaya berkonsultasi pada pihak pemerintah daerah (dinas terkait) dan pihak swasta agar dapat meringankan beban yang selama ini menjadi kendala, dan saya yakin kendala dana ini bukan saja SSB Nuku melainkan semua SSB yang berada di Maluku Utara”. cetusnya.
Di akhir pernyataannya, Abdu Latif menyampaikan terima kasih kepada semua pihak terutama para orang tua yang telah banyak memberikan dukungan, baik secara moril maupun materil. Ia menambahkan, Untuk mewujudkan potensi pemain muda yang berkualitas perlu adanya singkronisasi dukungan antara orang tua, pelatih, dan para pemain. “Semakin banyak kompetisi akan semakin membuka ruang untuk memunculkan bibit-bibit muda berbakat,” tandasnya dengan harapan positif untuk masa depan sepak bola di Kota Tidore Kepulauan. (Asrul)
JNewstv.com Berita Fakta & Realita