JNewstv.com | JAKARTA Dirjen Perlindungan Konsumen & Tertib Niaga (PKTN) Kementerian Perdagangan, Veri Anggrijono, mengakui terus mendorong sinergitas perilaku konsumen, pelaku usaha, dan pemerintah, dalam pemulihan ekonomi nasional di tengah isu pandemi Covid19.
“Pemerintah berupaya merumuskan kebijakan-kebijakan yang berimbang antara memberdayakan konsumen dengan memberikan keleluasaan pelaku usaha dalam perniagaan,” ujar Veri Anggrijono saat dikonfirmasi wartawan Sabtu (22/5).
Harapan Dirjen Veri, kebijakan pemerintah itu dapat menggapai berbagai aktivitas seluruh lapisan masyarakat dalam pola perdagangan baru yang marak dilakukan berbasis digital.
Apalagi digitalisasi, katanya, mengubah pola konsumsi, produksi, transaksi, dan distribusi, yang menggeser pola konvensional dalam transaksi manual menjadi maya/daring.
Awasi ketat
Perubahan itu pulalah, menurut Dirjen Veri, pemerintah memperketat pengawasan dalam keberdayaan konsumen, pelaku usaha dan penegakan hukum.
“Perlindungan konsumen dimulai dari pencegahan melalui edukasi sejak usia dini, pembinaan pelaku usaha berkewajiban memenuhi standar & persyaratan teknis, pengawasan barang beredar, hingga kegiatan metrologi legal untuk menjamin alat ukur, takar & timbang, demi memastikan Tertib Niaga dalam bertransaksi,” ujar Veri Anggrijono usai menghadiri puncak Harkonas 2021 ke-9 di Manokwari, Provinsi Papua Barat, Kamis (20/5).
Keberdayaan konsumen, diyakini Dirjen PKTN itu, mampu mendorong perilaku tanggung jawab pelaku usaha untuk memajukan perekonomian nasional. Hari Konsumen Nasional, kata Veri, bisa dijadikan momentum peningkatan pemahaman hak & kewajiban konsumen dalam menggunakan produk dalam negeri oleh UMKM.
. “Konsumen dijadikan faktor utama pemulihan ekonomi nasional dengan menjamin keamanan bertransaksi dalam kualitas/mutu barang & jasa yang sesuai standar dan persyaratan teknis,” tutup Dirjen Veri.
Sementara Menteri Perdagangan, M. Lutfi, mengakui konsumen yang cerdas dan berdaya adalah konsumen yang meminta kejelasan dan kejujuran atas produk dan jasa yang dibeli serta memahami hak-haknya juga bagaimana cara melindunginya.
“Konsumen diharapkan tetap mengutamakan membeli dan menggunakan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hasil karya anak bangsa,” ujarnya.
Puncak Harkonas 2021 bertemakan Perlindungan Konsumen Menuju Indonesia Maju itu dihadiri Staf Khusus Presiden, Billy Mambrasar, Gubernur Dominggus Mandacan, Bupati Hermus Indou, LPKSM Manokwari, Abraham Aturun beserta jajarannya, pelajar SMA-SMK & masyarakat setempat. (Hrn/Nanda)
JNewstv.com Berita Fakta & Realita