Home / Berita / Viva Yoga Buka Pintu Investor Desa Wisata Transmigrasi, Halut Siap Jadi Daerah Percontohan

Viva Yoga Buka Pintu Investor Desa Wisata Transmigrasi, Halut Siap Jadi Daerah Percontohan

JNewstv.Com | Halmahera Utara – Pemerintah mulai membuka babak baru pengembangan kawasan transmigrasi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi berbasis pariwisata.

Di tengah target kunjungan 16 hingga 17 juta wisatawan pada tahun ini, Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi menegaskan pihaknya siap membuka pintu investor untuk masuk menggarap desa-desa wisata yang berada di kawasan transmigrasi.

“Kalau ada desa wisata di kawasan transmigrasi, bisa kita datangkan investor,” ujar Viva Yoga Mauladi.

Menurut Viva Yoga, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah agar kawasan transmigrasi tidak lagi dipandang semata sebagai wilayah permukiman dan produksi pertanian, tetapi mampu tumbuh sebagai pusat ekonomi baru yang memberi nilai tambah langsung kepada masyarakat.

“Artinya kawasan transmigrasi harus kita dorong lebih produktif. Kalau potensi wisatanya hidup, maka ekonomi masyarakat juga ikut bergerak,” katanya.

Ia menilai banyak kawasan transmigrasi di Indonesia berada di wilayah pesisir, perbukitan, perkebunan hingga pulau-pulau kecil yang memiliki bentang alam menarik, budaya lokal kuat, serta peluang wisata berbasis masyarakat yang sangat potensial untuk dikembangkan.

Masuknya investor diyakini akan mempercepat pembangunan sarana wisata, homestay, sentra kuliner, penguatan UMKM, wisata pertanian, wisata bahari hingga ekonomi kreatif yang dikelola masyarakat setempat.

Gayung bersambut, sinyal positif dari pemerintah pusat itu langsung direspons Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara.

Bupati Halmahera Utara Piet Hein Babua menegaskan daerah yang dipimpinnya siap mengambil bagian dalam agenda pengembangan desa wisata di kawasan transmigrasi dan membuka diri menjadi salah satu daerah percontohan.

Kabupaten Halmahera Utara sendiri diketahui memiliki sejumlah kawasan transmigrasi yang selama ini produktif sebagai salah satu lumbung padi aktif di Maluku Utara, sekaligus menyimpan bentang alam yang potensial dikembangkan menjadi kawasan wisata produktif.

“Halmahera Utara siap menyambut peluang investasi tersebut. Kami memiliki kawasan transmigrasi yang kuat di sektor pertanian dan sangat potensial dikembangkan menjadi kawasan wisata produktif,” tegas Piet Hein Babua.

Sebagai langkah awal, Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara akan segera melakukan kajian terhadap wilayah-wilayah transmigrasi yang dinilai memiliki potensi wisata alam, agrowisata maupun wisata berbasis budaya masyarakat.

“Kami akan petakan wilayah transmigrasi yang layak dikembangkan, sehingga saat investor masuk pemerintah daerah sudah memiliki data dan arah pengembangan yang jelas,” ujarnya.

Dengan kesiapan melakukan pemetaan potensi kawasan transmigrasi lebih awal, Halmahera Utara dinilai berpeluang menjadi salah satu daerah percontohan dalam skema pengembangan desa wisata transmigrasi yang kini didorong pemerintah pusat.

Menurut Piet Hein, kesiapan daerah menjadi penting agar peluang yang dibuka pemerintah pusat tidak berhenti sebatas wacana, melainkan segera diterjemahkan menjadi agenda pembangunan yang konkret.

Sinergi pemerintah pusat dan daerah ini dinilai menjadi penanda bahwa kawasan transmigrasi mulai bergerak naik kelas: dari sentra produksi pangan dan lokasi perpindahan penduduk menjadi magnet investasi baru yang mampu membuka lapangan usaha, memperkuat ekonomi masyarakat, dan memperluas peta destinasi wisata Indonesia hingga ke wilayah pinggiran.(Red)

About Redaktur

Check Also

Pos Pengamanan Hutan di Wasile Selatan Ludes Terbakar, Warga Pertanyakan Pengawasan

Haltim, JNewstv.com — Keberadaan pos pengamanan kawasan hutan di Kecamatan Wasile Selatan, Halmahera Timur, kembali …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


*

HUT Bhayangkara-74 Kompi 1 Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Malut

Ucapan HUT BHAYANGKARA 74 Dari FPII