JNewstv.com | Ternate. KKS (Kuliah Kerja Sosial) adalah sistem akademik perkuliahan di Universitas muhammadiyah maluku utara. (UMMU) Sistem KKS tak lain adalah implementasi keilmuan untuk kemudian di terapkan ke masyarakat. Namun dengan kondisi wabah Covid19 yang cukup membuming ini pihak kampus UMMU melakukan penerapan sistem KKS berbasis online untuk mengantisipasi bahaya Covid19. Namun nihilnya sistem ini di tolak sebagian mahasiswa karena di anggap tidak efisien.
Sistem penerapan KKS kali yg di terapkan di UMMU sesuai hasil rapat pihak kampus bahwa dalam kondisi pandemi covid19 masyarakat membutuhkan informasi yang tepat sehingga dituntut mahasiswa dapat lebih kreatif membuat media media edukasi.
Sadam safar mantan Presiden Bem Fatek Ummu yang juga peserta KKS kepada JNewstv.com Selasa, (21/04) di sela kantin kampus menuturkan bahwa ada banyak problem yang harus kita bicarakan dan mencari solusinya tanpa merugikan beberapa pihak.
Yang pertama lanjut sadam, kampus perlu memikirkan bahwa dalam penerapan KKS online ini apakah pihak kampus sudah memikirkan fasilitas penunjangan untuk menjalankan program via online? Pasalnya ada sebagian mahasiwa yang tidak memiliki HP android, belum lagi anggaran KKS yang sudah kami registrasikan itu kurang lebih 3 jutaan. Kalau pun hanya via online kita tidak perlu merogoh koceh sebesar ini. Kalau pun harus demikian panitia harus memaparkan dengan detail penyaluran anggaran kegiatan ke peserta KKS agar jelas. Pungkasnya.
Kami kemudian sudah menawarkan beberapa solusi kepada pihak kampus, antara lain kembalikan uang KKS minimal 50% dari penetapan awal karena dinilai tidak sepadan dengan penerapan yang ada namun pihak kampus tidak mengakomodir ini dengan alasan tidak ada mekanisme yang mengatur tentang ini.
Pasalnya penerapan ini sudah terlanjur berjalan hingga sabtu kemarin kampus ummu sudah melakukan pembekalan KKS via online.
Senada dengan sadam, Bismar mahasiswa fakultas Hukum semster 8 juga mengeluhkan hal yang sama. Menurutnya pihak kampus perlu melakukan evaluasi lebih lanjut terkait penerapan KKS online ini sehinga ada terobosan serta target jikalau tahapan ini berjalan seterusnya.
Jelasnya kalaupun pihak kampus tidak mencari solusi terbaik akan hal ini kami tetap bersikeras menolak penerapan KKS online.
Kami berharap kampus UMMU dapat memberi toleransi dan menghasilkan solusi terbaik agar sistem ini berjalan dengan lancar dibawah kondisi covid19 yang merebak ini. (Faisal)
JNewstv.com Berita Fakta & Realita