Home / Berita / Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka SMPN 10 Mudahkan Guru & Siswa Kota Depok

Workshop Implementasi Kurikulum Merdeka SMPN 10 Mudahkan Guru & Siswa Kota Depok

JNewstv.Com | JAKARTA

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) menjadi target prioritas Dinas Pendidikan Kota Depok, menyusul Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN), Ujian Nasional (UN), dan Peraturan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Zonasi sesuai kebijakan Kemenristekdikti tahun pelajaran 2022-2023.

“Kami menggelar workshop implementasi Kurikulum Merdeka Belajar,” ujar Kadisdik Wijayanto APi SMi usai membuka kegiatan tiga hari (5-7 Juli 2022) di SMPN 10 Bedahan, Sawangan. “Workshop ini sebagai sarana penguatan guru agar lebih fokus dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi.”

Pembelajaran kurikulum merdeka ini, katanya, sudah tentu mengubah paradigma, pola pikir, dan cara kerja guru sehingga nantinya akan ada sinkronisasi antara kinerja dengan perilaku kerja. Alasannya, senada Menristekdikti Nadiem Anwar Makarim BA MBA, terkait RPP, bahwa guru secara bebas memilih, membuat, menggunakan, dan mengembangkan format RPP.

Tiga komponen inti RPP itu terdiri dari tujuan pembelajaran, kegiatan pembelajaran, & asesmen dimana penulisan RPP dilakukan efisien & efektif sehingga guru memiliki lebih banyak waktu guna menyiapkan dan mengevaluasi proses pembelajaran itu sendiri dengan satu halaman saja.

“Nantinya, Kurikulum Merdeka digunakan untuk seluruh satuan pendidikan mulai dari PAUD, SD, SMP, SMA, SMK, Pendidikan Khusus, dan Kesetaraan,” ujar Mendikbudristekdikti Nadiem saat peluncuran Empat Pokok Kebijakan Pendidikan itu, di Jakarta, Rabu (11/12/2019).

Memudahkan
Sementara Kepala SMPN 10 Kota Depok, Sumarno MPd, mengungkapkan hasil workshop implementasi tersebut segera dirumuskan tim penyusun kurikulum merdeka yang mulai diberlakukan pada tahun pelajaran 2022-2023 pada satuan pendidikan atau kelompok satuan pendidikan dengan mengembangkan kurikulum melalui prinsip diversifikasi sesuai kondisi satuan pendidikan.

“Kurikulum Merdeka sangat memudahkan siswa dalam memilih pembelajaran, bahkan siswa dapat memilih muatan mata pelajaran yang akan di kembangkan secara mandiri dan pribadi, semacam proyek wajib setiap minggu satu jam,” urai Kepsek Sumarno, yang mengaku juga memaksimalkan secara profesional potensi pekerja inklusi, Ichsan Kamil, itu.

Sekolah Menengah Pertama Negeri 10 Kota Depok, d/h bernama SMPN 1 Sawangan, dikenal sebagai sekolah Berbusa Lingkungan setelah menyabet Juara II Sekolah Benar Budaya Sekeliling tingkat Provinsi Jawa Barat pada 2009. Juga menjadi Juara I Futsal Liga Pendidikan Indonesia tingkat Kota Depok.

Pada 2011 SMPN 10 menjuarai O2SN Kota Depok melalui Juara II Karate, Juara II Voli, Juara II Lempar Lembing, Juara III Catur dan Juara III Silat. Sementara tercatat memiliki Akreditasi A dengan Nilai 90 ditetapkan 28 Oktober 2011, sebagaimana dilansir laman p2k.unkris.ac.id.
Sekolah Merdeka Belajar (SMB), seperti diberitakan depok.go.id (4/8/2021), berhasil mewisuda sebanyak 94 peserta yang berasal dari 19 sekolah di Kota Depok. 72 peserta di antaranya berhasil menyelesaikan modul pembelajaran yang diberikan oleh SMB sebanyak 100 persen. (Nanda/red)

About Redaktur

Check Also

Sekda Haltim Launching Bantuan Lansia Tidak Mampu di Wasile dan Wasile Timur

Haltim, JNewstv.com – Sekretaris Daerah Kabupaten Halmahera Timur, Ricky Chairul Richfat, mewakili Bupati Halmahera Timur, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


*

HUT Bhayangkara-74 Kompi 1 Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Malut

Ucapan HUT BHAYANGKARA 74 Dari FPII