JNewstv.com | Malut
Berdasarkan hasil pemetaan BNNP dan BNNK di seluruh Indonesia, diketahui bahwa kawasan rawan narkoba di Indonesia diestimasikan berjumlah 654 titik, yang tersebar di kawasan desa, kota, pesisir dan wilayah perbatasan negara. Berdasarkan data emperis tersebut, selanjutnya pada kawasan tersebut dilajukan intervensi program pemberdayaan alternatif yaitu program untuk memulihkan kawasan rawan narkoba menjadi kawasan bersih dan bebas dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. ( 03/11/2020)
Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (Kabid P2M) BNNP Maluku Utara (Malut), Haeruddin Umaternate kepada JNewstv.com mengatakan dari 654 kawasan rawan narkoba di Indonesia, ada 11 daerah berada di wilayah provinsi Maluku Utara.
” Sesuai Surat Edaran Kepala BNN RI Nomor : SE/4/KA/PM.01/2020/BNN tentang Penyelenggaraan Pemberdayaan Alternatif di Kawasan Rawan Narkoba pada tahun 2020 -2024, BNNP Maluku Utara yang mendapat intervensi program pemberdayaan alternatif di Kecamatan Ternate Tengah,” ungkapnya.
Ia menjelaskan berdasarkan hasil pemetaan potensi kawasan rawan narkoba Bidang P2M melalui Seksi Pemberdayaan Masyarakat melaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bintek) Lifeskill bagi masyarakat kawasan rawan narkoba di Kelurahan Kalumpang, Kecamatan Ternate Tengah dengan menghadirkan 15 orang warga Kelurahan Kalumpang yang rentan terhadap penyalahgunaan narkoba. ” Kegiatan Bimtek lifeskill diawali sambutan dari Lurah Kalumpang Mohtar Umasangaji, yang menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas pelaksanaan lifeskill di Kelurahan Kalumpang. Dan berharap dengan adanya kegiatan tersebut masyarakat dapat lebih produktif,” kata Kabid. Haeruddin.
Kabid P2M BNNP Malut ini menerangkan Pemberdayaan alternatif di kawasan rawan narkoba ini untuk meningkatkan kewaspadaan dan mencegah peredaran narkoba. ” Peredaran narkoba yang cukup masif sudah menjadi ancaman serius di Indonesia dan hampir tidak ada daerah di Indonesia yang masyarakatnya tidak terpapar narkoba,” akunnya.
Dia menambahkan dari 11 kawasan rawan narkoba yang berada di Provinsi Maluku Utara, salah satunya berada di Kecamatan Ternate Tengah. Dalam rangka melakukan pemulihan kondisi kawasan dan masyarakat dari rawan narkoba menjadi tidak rawan narkoba diperlukan upaya pengembagan kapasitas pada kawasan rawan narkoba dan masyarakat yang akan dibina. ” Model kewirausahaan merupakan salah satu strategi pengembagan kapasitas yang tepat untuk mencapai tujuan . Melalui pengembagan kapasitas kewirausaan, masyarakat dapat diajak melakukan pembelajaran sambil melakukan kegiatan yang mengubah diri dan lingkungannya serta menciptakan produk yang bernilai jual tinggi yang berdampak pada penambahan pendapatan,” ujar Haeruddin.
Selain Kabid P2M, instruktur Nurjanah dan Nurdiana dari Lembaga Pelatihan dan Keterampilan Serba Usaha juga memberikan materi tentang tata cara pembuatan tote bag dan pouch.
Kegiatan Bimtek lifeskill yang dilaksanakan selama 2 hari yang diikuti 15 peserta ini sangat antusias dan penuh semangat namun tetap memperhatikan protokol kesehatan. Diakhir kegiatan setiap peserta mendapatkan bahan dan peralatan kewirausahaan berupa kain kanvas, kain lapis retsleting, tali tas, jarum, mistar, benang, gunting, meteran dll. Untuk mendukung kelancaran kewirausahaan warga binaan tersebut pemerintah kelurahan Kalumpang akan memberikan mesin jahit kepada warga binaan. (ilon / Ray)
JNewstv.com Berita Fakta & Realita