JNewstv.com | Kepsul. Statmen atau pernyataan Dirut PDAM Kepulauan Sula (Kepsul) tentang PDAM Falabisahaya belum layak beroperasi karena terkendala dengan sarana dan prasarana utama sumber air baku yang belum layak di Kecamatan Mangoli Utara, Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), Provinsi Maluku Utara itu tidak logis. Hal tersebut dikatakan oleh La Ode Hijrat Kasim salahsatu aktivis Mangoli Utara kepada JNewstv.com. (16/08/2020)
La Ode Hijrat menilai apa yang di lontarkan dirut PDAM Kepsul tersebut sangatlah tidak logis, karena sumber air baku yang belum layak itu masih dialirkan. ” Kalau tidak layak kenapa harus di alirkan ? , Lantas mau di apa kan kalau PDAM Falabisahaya belum di terima oleh PDAM Kabupaten, sementara papan nama yang terpampang Logo di sana tertulis PDAM,” katanya.
Ia menjelaskan sudah bukan lagi sesuatu yang harus ditutup – tutupi, setidaknya dirut PDAM memberikan sangsi kepada oknum satpol-pp yang meminta iuran perbulannya ke masyaraka. ” Tiap bulan masyarakat mengeluh dengan penagihan Air sebesar 20.000 sampai 50.000 rupiah, kendati Air itu di pakai hanya untuk mandi dan kalau di pakai untuk di konsumsi sebagai air minum itu sangat tidak layak, sebab Air yang mengalir ini kotor dan berwana kuning”,tutur Ijat sapaan akrabnya.
Ijat menerangkan harusnya air yang tidak layak di PDAM Falabisahaya yang kata Dirut PDAM Kepsul itu jangan dibiarkan beroperasi atau di salurkan. ” Sampai sekarang kenapa masih beroperasi bahkan ada iurannya lagi ?. Akunya.
Tambah Ijat, Hal ini jadi aneh karena sudah selama ini PDAM di Falabisahaya beroperasi tapi dari pihak PDAM Kepsul tidak tahu dan heranya lagi kok pak Dirut PDAM tahu bahwa ada 7 pipa air di dalam tanah. “Cobalah Pak Dirut PDAM Kepsul jalan-jalan ke Falabisahaya agar tahu bagaimana keluhan masyarakat terkait PDAM ini dan jangan hanya berkomentar dari jarak jauh, saya berhap dengan tegas meminta kepada Dirut PDAM sula agar dapat menindak lanjuti oknum Satpol-pp yang meminta tagihan iuran perbulannya ke masyarakat,” pungkasnya. (red)
JNewstv.com Berita Fakta & Realita