
JNewstv.Com | Jakarta
Suara rakyat suara Tuhan, istilah Bahasa Latinnya Vox Vopuli Vox Dei yang akrab dalam dunia hukum ini bisa dipersepsikan sama yang dialami Anies Rasyid Baswedan. Gubernur DKI Jakarta periode 2017 – 16 Oktober 2022 ini disuarakan rakyat se-Indonesia untuk menularkan kebaikan Ibukota Jakarta kepada seluruh masyarakat seluruh Nusantara, menggantikan Presiden Joko Widodo Periode 2014-2024.
Semula rakyat dibuat bimbang dengan syarat pencalonan presiden bagi cucu pahlawan nasional AR Baswedan. Mulai independensi yang tidak memiliki partai politik, aturan president Threshold yang 20% kursi parpol, hingga soal ongkos politik. Padahal, suara rakyat tadi membentuk elemen-elemen relawan, yang meyakini jagoannya mampu melenggang ikut kontestasi Pemilu.
Pelan tapi pasti, ketukan pintu langit melalui doa rakyat tersebut telah membukakan harapan tak berbilang; bukan drama Menunggu Godot-nya budayawan WS Rendra. Menyusul Surya Paloh, ketua umum Partai Nasional Demokrasi & pemilik suara Pilihan Legislatif 2019 sebanyak 12.661.769 atau 9,05% walau masih jauh dari syarat PT 20% alias tersisa 11%
Rakyat pun sepertinya mengeraskan doa untuk mengetuk pintu langit agar pertemuan tiga ketua umum sebelumnya sewaktu hajatan keluarga Anies Baswedan yaitu KH Syaikhu selaku ketum Partai Keadilann Sejahtera (PKS) yang juga pemilik suara 11.493, 175 suara atau 8, 21%, bersama ketum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pemilik 10.876, 251 suara atau 7,77%, foto bersama dengan tokoh Golkar, Jusuf Kalla.
Artinya, rakyat sama mendoakan agar tiga parpol membentuk 24% PT tersebut istiqomah mendukung Anies Rasyid Baswedan, Sang Maestro pujaan rakyat pemilik suara; In sya Allah, aamiin. untuk membawa Indonesia menuju bangsa yang cerdas berakhlak dan berujung mensejahterakan.
Dijegal
Harapan nurani rakyat memang tidak semulus realita politik. Rongrongan para lawan politiknya membikin Sang Maestro harus banyak mengumbar senyum wibawa dan kelegawaan sebagai sosok negarawan. Banyak pekerjaan rumah yang akan diselesaikan Sang Maestro untuk membenahi kekusutan program pembangunan bidang ideologi, politik, sosial, ekonomi, budaya, dan pertahanan keamanan (Ipoleksosbud hankam).
Di tengah eporia rakyat dukung Anies Baswedan, tetiba Komisi Pemberantasan Korupsi memanggil Anies terkait aFormula E: kendati Badan Pemeriksa Keuangan menyatakan tidak ada kerugian negara kecuali soal administrasi & mempersilakan digelar Formula E. Disusul pendapat sama dari ahli pidana Romli Atmasasmita, yang diminta KPK.
Rinaldi Rais, pengamat kebijakan publik, menilai jegal menjegal lawan politik sesuatuq hal lumrah bahkan wajib sebagai bentuk dinamika. “Hanya saja, perlu dibuat aturan main terkait etika dan estetika yang santun dalam menjegal itu. Mulai rambu-rambu dijauhkan ranah privasi, sandera kasus hukum, hingga batasan bepolemik dalam bermedia guna menjaga marwah adat kebiasaan ketimuran Nusantara,” ujar penulis Catatan Tercecer RR itu, Rabu (5/10).
Pun, Koran Tempo menulis manuver ketua KPK, Firli Bahuri, yang ngotot mendesak bawahannya untuk menaikkan tahap penyelidikan menjadi penyidikan yang berujung mentersangkakan Sang Maestro.
“Jadi bekejar-kejaran agenda politik dengan agenda KPK, dan orang akan anggap KPK akan tergantung isu politik, kalau Anies semakin tinggi [elektabilitasnya] akan dipercepat penangkapannya atau status tersangkanya,” ujar Rocky Gerung, pengamat politik & akademisi , dikutip suara.com Selasa (4/10) dari kanal YouTubenya yang tayang Minggu (2/10/2022).
Manuver Firli, bagi akademisi Rocky Gerung, bukan sekadar menjegal Anies semata melainkan juga mengisyaratkan menjegal demokrasi. Alasannya, KPK yang lembaga negara independen (bunyi UU 19/2019 tentang KPK) dalam rumpun kekuasaan eksekutif terpengaruhi penguasa yang cawe-cawe politik.
Namun begitu, Anies Baswedan bersama rakyat pendukungnya bukan cuma butuh energi prima untuk menggapai ekspektasi sebagaimana cita-cita Proklamasi hingga terbentuknya Pancasila dna UUD 1945 asli dalam negara berkebangsaan yang berdaulat kesatuan Republik Indonesia. Wallahu ‘Alam Bisshowab. Godbless For Him. (Red).
JNewstv.com Berita Fakta & Realita