JNewstv | Labuha – Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan akan segera merealisasikan pembangunan Jalan Lingkar Botang Lomang yang menghubungkan Desa Bajo hingga Desa Parapakanda.
Proyek ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antar desa sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Halmahera Selatan, Ridwan, mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya sedang melakukan survei lokasi.
“Saat ini kami masih melakukan olah data survei lokasi, mungkin di bulan depan akan terealisasi,” ujarnya, Senin (20/1/2025).
Proyek infrastruktur ini dibiayai melalui Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp 3 miliar.
Pembangunan jalan ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antar desa dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal di wilayah tersebut.
Ridwan menyatakan bahwa pembangunan jalan ini bertujuan untuk mempermudah akses transportasi warga sekaligus mendukung distribusi hasil pertanian dan perikanan di kawasan tersebut.
“Jalan Lingkar Botang Lomang ini sangat strategis karena menghubungkan desa-desa di kawasan pesisir dengan pusat kecamatan. Dengan adanya akses yang lebih baik, kami berharap aktivitas ekonomi masyarakat semakin berkembang,” cetusnya.
Pembangunan jalan ini akan dilakukan secara bertahap, dimulai dari pembukaan badan jalan hingga pengaspalan.
“Kita akan mulai dari pembukaan jalan, kemudian sirtu (pasir dan batu), dan pengaspalan,” tambah Ridwan.
Ridwan juga menjelaskan bahwa pembangunan Jalan Lingkar Botang Lomang secara keseluruhan membutuhkan anggaran sebesar Rp 25 miliar.
Namun, karena keterbatasan anggaran, pemerintah akan memprioritaskan pembangunan hingga Desa Parapakanda terlebih dahulu.
Sisa pembangunan menuju desa Batutaga, Toin, Sawanakar dan Paisombaos akan dilanjutkan sesuai dengan ketersediaan anggaran pada tahun-tahun mendatang.
Dengan adanya proyek ini, pemerintah berharap dapat meningkatkan mobilitas masyarakat dan membuka peluang ekonomi baru di Halmahera Selatan.
Kendala dilapangan
Rencana pembangunan Jalan Lingkar Botang Lomang menghadapi kendala terkait lahan milik warga yang akan digunakan untuk proyek tersebut.
Oleh karena itu, pemerintah berharap adanya kerja sama dari masyarakat setempat untuk bersedia membuka lahan guna mendukung pembukaan jalan tersebut.
“Kami berharap masyarakat dapat diajak bekerja sama dalam pembukaan badan jalan Lingkar Botang Lomang ini, sebab sebagian besar jalan yang akan dibangun melewati area perkebunan milik warga setempat,” ujar Ridwan.
(Ifan)*
JNewstv.com Berita Fakta & Realita