JNewstv.com | Halmahera Barat — Pembukaan kegiatan Balai Pelestarian Kebudayaan wilayah XXI republik Indonesia provinsi Maluku Utara, kini menggelar Pameran kebudayaan Jailolo, kegiatan ini berlangsung di lokasi Festival Teluk Jailolo (FTJ) kabupaten halmahera barat, kegiatan ini di mulai pada hari kamis 19 Desember 2024 sampai dengan tanggal 23 Desember 2024.
Dalam pentas seni pameran budaya yang di tampilkan di atas panggung berupa tarian salai jin dari desa jalan baru dan tarian tide-tide dari sanggar tobaru.
Hadir dalam kegiatan tersebut, OPD halbar yang mewakili Assisten II Bidang Pembangunan dan Perekonomian Kabupaten Halbar. Sri Haryati Hatari, bersama tokoh adat, tokoh masyarakat, dan di dampingi jogugu kesultanan Jailolo, Gamaludin A Gafur.

Sambutan dari Jogugu kesultanan Jailolo, Gamaludin A Gafur, kepada pimpinan-pimpinan OPD yang hadir pada malam hari ini, dan para kepala-kepala sekolah SD, SMP dan SMA, yang sempat hadir pada malam hari ini, dan kepada tokoh-tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama dan sanggar-sanggar budaya.
Gamaludin A Gafur memberikan apresiasi kepada ketua panitia penyelenggara balai pelestarian kebudayaan wilayah XXI provinsi Maluku, dapat terlaksana dengan lancar
Di tambahnya, ” Dalam garisan budaya ini di isyaratkan di dalam UU nomor 5 tahun 2017 tentang kemajuan kebudayaan, UU ini di isyaratkan ada empat (4) faktor dalam perlindungan kebudayaan. Pemerintah pusat sampai ke daerah wajib hukumnya untuk melindungi warisan budaya di setiap daerah, khususnya di Maluku Utara.”
Kemudian setelah selesai sambutan, ketua panitia memberikan berupa pengeajinan tangan, berupa Cindramata miniatur benteng toloko, sovenere dari balai pelestarian kebudayaan provinsi Maluku Utara.
Yuni Dwi Rahayu ketua panitia Balai Pelestarian Kebudayaan wilayah XXI, memberikan harapan besar kepada pemerintah daerah maupun pemerintah pusat, agar selalu mensupport kegiatan-kegiatan kebudayaan yang ada di Maluku Utara.
” Aktivitas Kebudayaan spt ini bisa menjadi ruang yang menginsipirasi, menginovasi dan berkolaborasi yang berkelanjutan antara BPK Wilayah XXI, Pemerintah Kabupaten Halbar, Komunitas, serta Masyarakat. Dengan demikian, bukan hanya roda kebudayaan yang hidup melainkan pariwisata serta ekonomi kreatifnya juga,” ucapnya
(Red) Aldy Ngofangare
JNewstv.com Berita Fakta & Realita