JNewstv.com |Halteng
Bangunan rumah dinas (rumdis)tipe 36 untuk guru SD Negeri 2 Wairoro tahun anggaran 2019 yang di kerjakan Muhammad Nur kontraktor bangunan tersebut di palang oleh pihak penyuplai bahan material atas nama, Mustakdir Gani, idna lastori, supandi dan karim karena di anggap telah di bohongi pihak kontraktor dalam hal Pembayaran. (09/02/20)
Mustakdir Gani salah satu penyuplai mengatakan bahwa dirinya memberikan bahan material berupa kayu dengan harga 9 juta 60 ribu, semen dengan harga 5 juta dan batako(batu bata) dengan harga 16 juta untuk pembangunan rumdis tersebut kepada Muhammad Nur. “Barang sudah diberikan hingga bangunannya sudah jadi namun pembayaran belum juga ada,sehingga kami lakukan pemalangan rumdis tersebut,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa pengambilan bahan material kayu mulai dari Jumat, (4/10/2019) tahun lalu dan sampai sudah jadi pun belum ada pembayaran. “Sudah dua kali pencairan utang matrial kayu, semen dan batako (batu tela) tapi sampai saat ini belum di bayar dari pihak kontraktor,” jelas Mustakdir Gani.
Sementara itu,Kepala Sekolah SD Negeri 2 Wairoro, Indah Hj Siti Susia Gafar saat di konfirmasi via HP menerangkan bahwa akan dilakukan pencarian namun menunggu pihak kontraktor yang sementara masih di daerah Kabupaten Sula. “Saat ini kontraktornya ada di kabupaten Sula,jadi pembayarannya setelah orangnya datang,” terangnya.
Namun lain lagi pernyataan Muhammad Nur (kontraktor) saat di konfirmasi melalui HP bahwa soal belum terbayarnya barang material dari suplayer ditanyakan langsung ke kadis pendidikan ,kabupaten Halmahera Tengah (Halteng). “Kalo soal itu ditanyakan langsung aja ke kadis pendidikannya saja,” ucapnya. (kemal swedya)
JNewstv.com Berita Fakta & Realita