HALTENG, JNewstv.com —
Tumpukan sampah yang berserakan berbulan-bulan di sepanjang jalan nasional Trans Halmahera, tepatnya dari Desa Sagea hingga Desa Fritu, Kecamatan Weda Utara, Halmahera Tengah (Halteng), membuat warga geram dan mempertanyakan kinerja Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Halteng. Senin, 7 Juli 2025.
Pantauan di lokasi, sampah rumah tangga berupa limbah plastik, kardus, hingga sisa makanan tampak menumpuk hingga ke badan jalan. Bau busuk yang menyengat membuat pengguna jalan dan warga sekitar merasa terganggu.

“Kami tiap hari lewat sini, baunya luar biasa! Sampah menumpuk sampai berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan, tapi petugas DLH seperti tutup mata,” kesal Sahril, salah satu warga Desa Sagea.
Menurut warga, kondisi ini diperparah karena DLH Halteng tidak menyediakan tempat penampungan atau kontainer sampah di sepanjang jalur tersebut. Akibatnya, warga yang tak punya pilihan lain akhirnya membuang sampah sembarangan.
“Harusnya DLH pasang kontainer sampah di pinggir jalan. Ini malah dibiarkan begitu saja, akhirnya kami yang susah,” ungkap Rahma, warga lainnya.
Ironisnya, karena tumpukan sampah tak kunjung diangkut, warga terpaksa membakarnya sendiri meski berisiko mencemari udara dan mengganggu pengguna jalan. “Sampahnya sudah lama sekali, sampai kami bakar sendiri supaya nggak terlalu bau,” tambah Rahma.
Warga mendesak agar DLH Halteng tidak hanya fokus menangani sampah di wilayah Weda Tengah, tetapi juga memperhatikan kondisi di Weda Utara.
“Tolong DLH buka mata juga untuk sampah di Weda Utara. Kami juga warga Halteng yang berhak dapat lingkungan bersih,” tegas Sahril.
Hingga berita ini diturunkan, pihak DLH Halteng belum memberikan keterangan resmi terkait lambannya penanganan sampah di jalur Sagea–Fritu tersebut. Warga berharap pemerintah segera turun tangan sebelum masalah sampah ini semakin parah.
Penulis: Ilham Husen
JNewstv.com Berita Fakta & Realita