Ilham Husen Anak Dodomi Fogogoru
Maluku Utara – Masyarakat Fagogoru dari Semenanjung Sumber Sari Halmahera Tengah sampai Semenanjung Sondo-Sondo Halmahera Timur yang meliputi Weda, Patani, Maba dan Pulau Gebe Tepatnya di Desa Tepeleo, Tepeleo Batu Dua dan Desa Pantura Jaya Kacamata Patani Utara, Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) Provinsi Maluku Utara. Pada Senin 24 Agustus 2026.
Fagogoru adalah Satu Ikatan nama atau Falsafah yang mengandung arti dan makna yeng menakjubkan, Setiap Tahun Masyarakat Merayakan Ritual Religius Zikir Akbar yaitu Fanten yang dilaksanakn selama 4 hari 4 malam atau sampai 6 hari 6 malam hanya Berzikir dan Bersalawat, Setiap Wilayah Merayakan sebagai Bentuk Rasa Syukur Berjumpa di Bulan Kelahiran Rasulullah SAW di Hari SeninTanggal (Hijriah) 12 Rabiul Awal (sebagian riwayat menyebut 8 Rabiul Awal atau 9 Rabiul Awal) Bulan Rabiul Awal Tahun Gajah.

Mementum ini Masyarakat Fagogoru Merayakan Maulid Nabi dengan Salawat Akbar dan memperagakan satu budaya Menggunakan topeng Atau dalam Bahasa Daerah Masyarakat Fagogoru yaitu Mef atau dalam Bahasa Tidore di kenal dengan Cokaiba. Sebutan Mef yang dibaringi dengan ritual Religius yang unik adalah peninggalan leluhur di wilayah tiga negeri bersaudara yaitu Maba, Patani, dan Weda yang dikenal Bumi Fagogoru.
Pada Pelaksanaan Tradisi berbarengan dengan zikir dan Salawat di iringi lantunan saut kedarhan, Perayaan ini Masyarakat Menggunakan topeng atau di Sebut Mef di buat dari peleh Sagu rumbai dan dari Kayu lalu di ukur menjadi topeng Atau Mef, para pengguna Mef juga ikut merayakannya jikir dengan tarian unik yang menjadi identitas budaya lokal yang di warisi secara turun temurun oleh Masyarakat Halmahera Tengah dan Halmahera Timur hingga kini.
Ketika Masyarakat Halayak Pada umunya di Maluku Utara mendengar nama dengan sebutan Cokaiba, kata Cokaiba adalah bahasa daerah Tidore Kepulauan, Cokaiba yang sering diartikan sebagai (topeng setan) yang berwujud seram dan sangat menakutkan juga di sertai cambuk.
Sementara dalam Bahasa Daerah Seperti di Patani Desa Tepeleo menyebutkan nampak wujud itu adalah mef, Mef di maksud yaitu merujuk pada atribut penutup wajah atau menggunakan topeng yang digunakan saat perayaan maulid nabi, Ini mengadung nilai sosial dan nilai religius.
Secara Historis Sejarah lokal yang di ceritakan secara turun temurun, Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW, Fanten ini dilaksanakn selama 4 hari 4 malam atau sampai 6 hari 6 malam Berzikir dan Bersalawat di adakan setiap tahun ini sebagai tanda ikatan persaudaraan yang bergandengan tangan, duduk berhadapan merajut kebersamaan ikatan sosial menjadi satu identitas unik budaya masyarakat Fagogoru di wilayah Maluku Utara.
Masyarakat Bumi fagogoru juga dikenal sebagai negeri yang kaya akan budaya lokal seperti Mef atau Cokaiba, Tarian lalayon dan lainnya yang belum di tuangkan dalam cerita singkat Mef. (*)
JNewstv.com Berita Fakta & Realita
