JNewstv.com | JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis pemutakhiran data terkini terkait dampak bencana hidrometeorologi (banjir bandang dan tanah longsor) yang melanda wilayah Sumatera. Hingga data dihimpun pada 26 Desember 2025, skala kerusakan tercatat meluas secara signifikan, menempatkan bencana ini sebagai salah satu kejadian paling mematikan dalam satu dekade terakhir. Sabtu 27 Desember 2025.
Berdasarkan verifikasi lapangan, jumlah korban meninggal dunia terkonfirmasi mencapai 1.135 orang.1 Angka ini bertambah seiring ditemukannya jenazah di area yang sebelumnya terisolasi. Sementara itu, tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap 173 orang yang dilaporkan hilang, dengan fokus operasi di area tertimbun longsor dan aliran sungai deras.
Sebaran korban jiwa tertinggi terkonsentrasi di tiga wilayah utama:
-
Aceh Utara: 205 korban jiwa.
-
Tapanuli Tengah: 191 korban jiwa.
-
Tapanuli Selatan: 133 korban jiwa.
Bencana ini telah memicu gelombang pengungsian masif. Sebanyak 489.864 jiwa terpaksa meninggalkan tempat tinggal mereka dan kini bertahan di posko-posko pengungsian darurat.3 Konsentrasi pengungsi terbesar tercatat di Provinsi Aceh, khususnya di Kabupaten Aceh Utara (166.900 jiwa) dan Aceh Tamiang (150.500 jiwa).
Dampak fisik terhadap infrastruktur permukiman dan fasilitas publik sangat kritis, menghambat upaya pemulihan ekonomi lokal. Total rumah warga yang mengalami kerusakan mencapai 157.838 unit, dengan rincian sebagai berikut:
-
Rusak Berat (Hancur Total/Hanyut): 47.165 unit.
-
Rusak Sedang: 33.276 unit.
-
Rusak Ringan: 77.397 unit.
Selain permukiman, fasilitas vital penunjang kehidupan masyarakat juga lumpuh total di banyak titik:
-
Akses Transportasi: 734 jembatan putus atau rusak berat, memutus akses logistik ke wilayah terisolir.
-
Pendidikan: 875 fasilitas pendidikan (sekolah/madrasah) rusak, mengancam kegiatan belajar mengajar pasca-libur sekolah.
-
Sarana Ibadah: 806 rumah ibadah terdampak.
-
Pemerintahan & Kesehatan: 291 kantor pemerintahan dan 200 fasilitas kesehatan mengalami kerusakan, yang berdampak pada pelayanan publik dasar.
Pemerintah Pusat melalui koordinasi lintas kementerian terus mempercepat distribusi bantuan logistik dan alat berat ke titik-titik krusial. Mengingat prediksi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi hingga awal Januari 2026, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mematuhi arahan evakuasi dari petugas di lapangan.
Tim/Redaksi
Sumber : Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB
JNewstv.com Berita Fakta & Realita