
JNewstv.Com | JAKARTA
Kementerian Perdagangan Cq Ditjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) mendorong ekspor nasional dengan maksimalkan perlindungan konsumen dan Tertib Niaga melalui kerjasama dengan Korea Selatan dalam sistem manajemen Barang dalam Keadaan Terbungkus (BDKT).
Dirjen PKTN Kemendag, Veri Anggrijono, mengakui manajemen BDKT bersinergi dengan Korea Selatan (Korsel) terkait BDKT dan pengembangan Electric Vehicle Supply Equipment (EVSE) merupakan alat ukur program-program yang sedang dikembangkan Direktorat Metrologi, khususnya mengenai edukasi BDKT dan EVSE yang merupakan alat ukur pada Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).
Direktur Metrologi Ditjen PKTN, Matheus Hendro Purnomo, menjelaskan, kegiatan Seminar Edukasi ketiga dari implementasi kerjasama ternational Standards Infrastructure Cooperation Program (ISCP) Korea di bawah kerangka Joint Comitee Economic CooperationRepublic of Korea (KTC) and Republic of Indonesia (Direktorat Metrologi).
“Program kerja sama yang berlangsung selama tiga tahun (2021—2023) ini cukup sinergis. BDKT dan pengembangan Electric Vehicle Supply Equipment (EVSE) yang merupakan alat ukur program-program yang sedang dikembangkan Direktorat Metrologi, khususnya mengenai edukasi BDKT dan pengembangan Electric (EVSE) yang merupakan alat ukur pada SPKLU,” urai Direktur Hendro, didampingi Denny Tresna Seswara, ketua Tim Perencanaan, Analisa dan Kemitraan Direktorat Metrologi , seperti rilis diterima media, kemarin.
Kamis (3/11), sambung Denny T Keswara menjelaskan, Sinergitas PKTN-KORSEL melalui seminar itu merupakan bagian kerjasama dari International Standards Infrastructure Cooperation Program (ISCP) Korea di bawah kerangka Joint Comitee Economic CooperationRepublic of Korea and Republic of Indonesia., sejak tiga tahun lalu.
Dorong ekspor nasional
Dirjen PKTN Kemendag, Veri Anggrijono, mengakui manajemen BDKT bersinergi dengan Korea Selatan terkait BDKT dan pengembangan Electric Vehicle Supply Equipment (EVSE) yang merupakan alat ukur program-program yang sedang dikembangkan Direktorat Metrologi, khususnya mengenai edukasi BDKT dan EVSE yang merupakan alat ukur pada Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).
“Pemerintah bertugas meningkatkan pemahaman pelaku usaha bahwa BDKT yang beredar harus berstandar internasional demi mendorong ekspor nasional,” ujarnya, yang juga Plt Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kemendag, didampingi Direktur Perdagangan melalui Sistem Elektronik & perdagangan Jasa, Rifan Ardianto.
Dirjen Veri Anggrijono beralasan, pemahaman pelaku usaha terhadap BDKT sangat penting sebagai upaya mewujudkan perlindungan konsumen dan tertib niaga serta untuk meningkatkan kualitas produk nasional bisa diterima khalayak internasional setidsknya bagi Kores. (Nanda/Red)
JNewstv.com Berita Fakta & Realita