
JNewstv.com | ,Jakarta
Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Suhanto menjamin Ketersediaan barang kebutuhan pokok (bapok) termasuk beras dengan harga stabil selama Bulan Puasa & Lebaran 2020.Hal ini dikatakannya kepada awak media.(25/04)
Dirjen Suharto mengatakan bahwa pihaknya optimis cukup ketersediaan barang kebutuhan pokok (bapok) termasuk beras dengan harga stabil selama Bulan Puasa & Lebaran 2020. ” Memang ada peningkatan pembelian bapok, yang dipengaruhi paket bantuan bapok dari pemerintah ke masyarakat terkait pandemi Covid-19 dalam program WFH (work from home) & pembatasan sosial berskala besar (PSBB),”katanya.
Ia menjelaskan bahwa ketercukupan ini juga sudah di sampaikan saat RDP virtual Komisi VI DPR. ” Jaminan kecukupan bapok itu, sesuai laporan Bulog & Kementerian Pertanian bahwa stok beras nasional 3,38 juta ton yang tersimpan di gudang Bulog, penggilingan, pasar induk beras Cipinang, & lumbung pangan masyarakat binaan Badan Ketahanan Pangan Kementan. Data BKP Kementan mencatat Maret-Agustus 2020 potensi produksi beras dalam kondisi normal sekitar 19,8 juta ton,” jelas Dirjen Suharto.
Dirjen Suhanto menerangkan Peraturan Menteri Perdagangan nomor 24 tahun 2020 terkait penetapan harga gabah dimaksudkan optimalisasi penyerapan gabah/beras sesuai Perpres nomor 48 tahun 2016 Pasal 4 ayat (2) oleh Perum Bulog untuk ketahanan pangan. “Kemendag bersama Bulog juga menjaga pasokan & stabilisasi harga beras premium, yang disalurkan distributor besar atau mitra Bulog dan ritel modern anggota Aprindo serta dijual seharga eceran tertinggi,” terang mantan staf ahli Mendag Enggartiasto Lukita itu.
Berdasar Permendag 48/2016 ditetapkan harga gabah kering panen (GKP) tingkat petani Rp 4.200/kg dan tingkat penggilingan Rp 4.250/kg. Sedangkan harga gabah kering giling (GKG) di penggilingan Rp 5.250/kg dan gudang Bulog Rp 5.300/kg. Sementara harga beras di gudang Bulog sebesar Rp 8.300/kg.(Harun/red)
JNewstv.com Berita Fakta & Realita