TERNATE, JNews – Masyarakat Kota Ternate dikenal rata-rata memiliki lahan perkebunan dengan luas lahan yang cukup besar dan memiliki potensi sumber alam jangka panjang.
Lahan perkebunan warga kebanyakan berisi tanaman tahunan. Hal ini dimaksimalkan Dinas Pertanian Kota Ternate dengan program yang dapat meningkatkan kualitas hasil kebun, bukan hanya dari tanaman tahunan.
Melalui Bidang Perkebunan, pemberdayaan masyarakat mulai dilakukan dengan pemanfaatan lahan tersebut, kata Kepala Bidang Perkebunan, Listih Saroh, S.Hut., saat ditemui, Jumat (13/02).
“Kami dari tahun sebelumnya sudah buat program pemberdayaan, baik kelompok maupun perorangan yang punya lahan atau kebun, sebisa mungkin diisi dengan tanaman hortikultura sehingga petani tidak bergantung pada tanaman tahunan saja. Hortikultura juga bisa dimanfaatkan di sela-sela lahan, bisa ditanami tomat, cabai, dan lainnya,” ungkapnya.

Untuk bibit sendiri, kata Listih, dinas menyediakan bibit dan alat untuk membantu petani mengolah lahan kebun mereka.
“Bibitnya kita kasih, begitu juga peralatan pertanian. Ada yang kelompok, ada yang perorangan. Untuk bibitnya harus yang sudah bersertifikasi, bukan sembarang bibit,” katanya.
Selain bibit tanaman hortikultura, bibit bersertifikasi untuk tanaman tahunan seperti pala dan cengkeh juga harus yang benar-benar bagus.
“Tanaman tahunan juga jadi prioritas. Kita harus sertifikasi bibitnya. Tanaman tahunan ini kan jangka panjang, tapi bagaimana kita menyarankan agar petani juga bisa maksimalkan sumber pendapatan dari tanaman hortikultura sambil menunggu hasil panen tahunan,” ujarnya.
Dari hasil olahan tanaman hortikultura, menurut Listih, masyarakat merasa terbantukan dengan hasil panen sayuran dan cabai mereka. Tanaman yang setiap bulan bisa dipanen ini membantu perekonomian mereka.
Sementara untuk tanaman tahunan, mereka tidak lagi bergantung menunggu hasil kebunnya. Adanya tanaman hortikultura ini membuat masyarakat memperoleh tambahan pendapatan harian mereka.
(yUn)
JNewstv.com Berita Fakta & Realita