JNewstv.com | Obi, Kepulauan – Menindaklanjuti laporan masyarakat tentang pembuangan limbah pengolahan nikel (tailing) ke laut Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejatrah (PKS), Mulyanto minta Menteri ESDM Arifin Tasrif untuk menerjunkan tim ke perusahaan smelter di Pulau Obi, Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara.
Ia berkata, agar Menteri ESDM meningkatkan pengawasan di daerah tersebut sehingga tidak ada perusahaan smelter yang membuang limbah ke laut. Hal itu Ia khawatir jika pembuangan limbah smelter dengan cara ini dalam jangka panjang akan membahayakan masyarakat lingkar tambang dan ekosistem Biota laut setempat.
“Ada beberapa masyarakat melaporkan bahwa perusahaan smelter di pulau Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara telah secara intensif membuang limbah smelter mereka ke laut, sehingga air laut di dekat pantai menjadi berwarna kecoklatan. Laporan ini juga tersebar luas di media sosial”, menurut Mulyanto (dilansir dari Website Resmi Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, 10/6/2023.
Sementara itu ia minta Pemerintah harus bersuungguh-sungguh memperhatikan soal ini. Jangan sampai nanti Pemerintah kebakaran jenggot setelah kasus ini meledak. Mengingat program hilirisasi nikel yang digalakkan Presiden Jokowi semakin intensif di lapangan. Karena proyek smelter ini bukan hanya di Maluku Utara, tetapi juga di beberapa propinsi di pulau Sulawesi.
Ia menyebut jangan sampai kasus Buyat di Minahasa, yang pernah meledak menjadi histeria publik, kembali terulang. Dimana PT.Newmont membuang limbah tambang di Teluk Buyat, yang berujung pada konflik dengan masyarakat setempat dan menjadi kasus nasional. Penyelesaian kasus tersebut rumit, memakan waktu dan energi.
“Tentunya kita tidak ingin kasus-kasus lingkungan ini berulang. Ini kan kontradiktif, di satu sisi dengan smelter nikel kita ingin menghasilkan produk yang didedikasikan untuk energi hijau, namun prosesnya justru merusak lingkungan,” kata Mulyanto.
Penulis : Mardan Amin
JNewstv.com Berita Fakta & Realita
