JNewstv.com | Ternate — Festival ela-ela di Kota Ternate, Maluku Utara telah dimulai. Acara ini merupakan tradisi turun temurun yang dilakukan untuk menyambut malam lailatul qadar. Festival ini dibuka oleh Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman, pada Sabtu, 06 April 2024.
Festival ela-ela dimulai dari Masjid Heku Kesultanan Ternate, dengan ritual pembacaan doa dan pembakaran obor oleh empat imam di mesjid tersebut. Setelah itu, obor diserahkan kepada lurah dan stafnya.

Kemudian, keempat imam tersebut berjalan kaki menuju Mesjid Makarimal Ahlak, sambil memadamkan lampu di depan rumah dan lampu jalan di Kelurahan Dufa-dufa, hanya menyala obor sebagai penanda kedatangan Wali Kota Ternate.
Festival ela-ela ini akan resmi dibuka oleh Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman, setelah Sholat Tarawih di Kelurahan Dufa-dufa, Kecamatan Ternate Utara.
Festival ini bertema “Menjadikan Masyarakat Ternate yang Intelek, Kreatif, dan Peduli terhadap Dinamika Sosial Budaya” dengan tujuan mengembangkan kreativitas anak muda dalam menjaga keberlanjutan budaya lokal di tengah pengaruh budaya luar.
Festival ela-ela akan dilaksanakan di enam kelurahan, yaitu Kelurahan Dufa-dufa, Tubo, Tufure, Tabam, Sango, dan Kelurahan Tarau.
Titik finis festival ini berada di Kelurahan Sango, jalan Batu Agus di depan Cafe Sango. Setelah penyalaan obor, festival ela-ela akan dimulai dengan berbagai kegiatan.
Imam Takoma Mahmud menyatakan bahwa festival ela-ela ini merupakan tempat untuk mengembangkan budaya lokal dan memperkuat karakter jati diri masyarakat Kota Ternate yang didasari oleh semangat keagamaan dan keberagaman serta nilai-nilai adat istiadat.
Lurah Sango, Karno, menjelaskan bahwa festival ini melibatkan enam kelurahan di Kota Ternate, dengan satu kelurahan yang menyiapkan ribuan obor dan lima kelurahan lainnya yang juga turut berpartisipasi.
Festival ela-ela ini bertujuan untuk melestarikan warisan leluhur yang dilakukan oleh masyarakat Ternate pada tanggal 27 Ramadhan.
Melalui festival ini, diharapkan tradisi ini tidak pudar dan tetap diingat oleh generasi muda. Oleh karena itu, tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh adat di Kota Ternate juga terlibat dalam festival ini.
Seluruh masyarakat dan lintas agama, baik di lingkungan Kedaton Kesultanan maupun di seluruh wilayah Ternate, ikut ambil bagian dalam pembakaran obor yang disebut ela-ela oleh wakil dari Kesultanan Ternate. (Ilon/Red)
JNewstv.com Berita Fakta & Realita