JNewstv.com | Tobelo. J
unati Tolori, pemuda asal Desa Ngidiho Kecamatan Galela Barat, Kabupaten Halmahera Utara, Propinsi Maluku Utara, ditemukan meninggal dunia dibawah pohon pisang dalam keadaan sedang menghirup Lem. Selasa 10/12/19.
Dari keterangan para saksi bahwa korban yang berjalan keluar dari samping rumah warga sudah terlihat seerti dalam keadaan mabuk, diduga ia sudah dalam kondisi mabuk berat hingga tidak sadarkan diri.
Kapolres Halmahera Utara, AKBP Yuyun Arif Kus Handriatmo melalui Kasubag Humas Polres Halmahera Utara, Aiptu Hopni Saribu menjelaskan bahwa pada Pukul 10:30 WIT, saksi, Anwar Gafur dan Jakaria Budiman, yang sedang berada di rumah. Kemudian datang beberapa orang anak kecil memberitahukan bahwa ada setan di bawah pohon pisang, kemudian Anwar dan Jakaria, karena merasa penasaran lalu mendatangi tempat yang dimaksudkan oleh anak-anak tersebut yang tidak jauh dari rumah mereka dan korban.
Setelah sampai di tempat kejadian perkara (TKP), Anwar dan Jakaria, melihat sosok laki-laki terkapar dibawah pohon pisang yang diketahui bernama Junati Tolori.
Tampa menunggu lama, Anwar dan Jakaria, langsun memanggil kakak korban. Setibanya di TKP kakak korban langsung memeriksa keadaan adiknya itu, yang ternyata sudah tidak bernyawa dengan mulut korban terdapat sisa lem Ehabon. Dan disamping jenasah korban Jonati, ditemukan dua kaleng lem Ehabon.
” Setelah itu korban langsung di angkat dan di bawah kerumah untuk di semayamkan,” katanya.
Sementara Kepala Desa Ngidiho Kamal Abdullah mengatakan pada pukul 23.00 wit, saat itu, ia selesai dari kegiatan rapat di Desa, kemudian ia berjalan mengelilingi Desa dengan menggunakan sepeda motor dan saat itu, ia melewati jalan penghubung antara Desa Ngidiho dan Desa Limau, melihat korban seperti orang mabuk, ” saya melihat korban berjalan keluar dari cela rumah warga dan terlihat korban berjalan seperti orang mabuk.” Ungkapnya.
Sedangkan kakak kandung korban Masud Tolori menjelaskan bahwa pada beberapa minggu terakhir ini kondisi korban terlihat tidak sehat akibat dari korban sering menghirup lem Ehabon, ” empat hari lalu, saya sempat memarahi korban agar korban berhenti menghirup lem Ehabon,” katanya.
Ia mengungkapkan bahwa korban punya kebiasaan menghirup/menghisap lem Ehabon sudah sejak lama, “korban mulai menghirup lem tersebut sejak korban masih berusia belasan tahun.” Tandasnya. (Roby)
JNewstv.com Berita Fakta & Realita