Home / Berita / Kades Jeret Diduga Perkaya Diri Gunakan Anggaran DD & ADD Fiktif

Kades Jeret Diduga Perkaya Diri Gunakan Anggaran DD & ADD Fiktif

JNewstv.com | Labuha Halsel
Sejumlah aitem kegiatan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa ADD tahun anggaran2019 – 2020 yang dikerjakan kepala desa (Kades) Jeret, kecamatan Kasiruta Timur, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), provinsi Maluku Utara di duga fiktif. Dugaan tersebut dikatakan oleh salah satu Anggota BPD desa Jeret, Rusdin Arfin, pada awak media (29/06/2021).

Rusdin Arfin mengatakan kades Jeret di duga Korupsi Dana Desa (DD) dan Alokasi dana desa (ADD) untuk memperkayakan diri sendiri dan orang tertentu. Pihaknya merasa kecewa, karena sejumlah aitem kegiatan desa yang tercantum dalam APBDes pokok tahun anggaran2017-2020 tidak di laksanakan alias fiktif. ” Sesuai data APBDes pokok tahun Anggaran 2019 terdapat sejumlah aintem kegiatan yang sudah di anggarakan namun tidak teralisasi,” ucapnya.

Ia menjelaskan beberapa aitem kegiatan yang di duga fiktif tahun anggaran 2019:yaitu
dukungan dan sosoalisasi pelaksanaan Pilkades pemilihanKapala Kewilayahan dan BPD dengan sumber anggaran ADD Nilai,Rp 7.000.000, sub bidang kebudayaan dan keagamaan dengan sumber anggaran tahun 2020 DDS senilai Rp, 124,229,200, penyelenggaraan PAUD/TK/TPA/TPQ, Madrasah nonformal milik desa tahun anggaran 2020 DDS Rp, 14.000.000 serta banyak lagi item kegiatan lainya.

” Anehnya lagi dan lebih fatal setiap kali pencairan anggaran ada pemotongan gaji pemerintah desa senilai Rp.400.000 Ribu per orang dengan alasan dialokasikan untuk LPM serta pemotongan gaji tersebut di lakukan oleh bendahara desa yang merupakan adik kadung kades itu sendiri dan setiap kali pencairan Anggaran dalam pembahasan belanja desa (Musdes) BPD maupun dari oerwakilan masyarakat tidak di libatkan,” ungkap Rusdin

Terpisah, Kepala Desa Jeret, Irfan Yusnan ketika dikonfirmasi Awak media mengatakan, laporan yang disampaikan itu tidak benar. ” Saya punya semua dokumentasi kegiatan, baik musdes maupun kegiatan peningkatan kapasitas perangkat desa di libatan semua perangkat desa, perwakilan masyarakat dan BPD,” jelasnya.

Selain itu, Irfan juga menerangjan bahwa dirinya sudah di panggil oleh bupati (Halsel) Usman Sidik untuk di mintai keterangan. ” Sebelumya saya juga sudah di panggil bupati untuk memberikan penjelasan, jadi nanti kita lihat hasil audit selanjutnya karena untuk tahun anggaran 2019 sudah di audit.
intinya semua aitem kegiatan terealisasi karena laporan kegiatan sudah di masukan,” akunya.(RV)

About Redaktur

Check Also

Pos Pengamanan Hutan di Wasile Selatan Ludes Terbakar, Warga Pertanyakan Pengawasan

Haltim, JNewstv.com — Keberadaan pos pengamanan kawasan hutan di Kecamatan Wasile Selatan, Halmahera Timur, kembali …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


*

HUT Bhayangkara-74 Kompi 1 Batalyon A Pelopor Satbrimob Polda Malut

Ucapan HUT BHAYANGKARA 74 Dari FPII