JNewstv.com | Jakarta.
Kementerian Ketenagakerjaan melalui Direktorat jenderal Pembinaan, Pelatihan dan Produktifitas (Ditjen Bina Lattas) menggenjot program Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas agar dapat bersinergi dengan dunia industri dan usaha (didu) guna mengejar ketertinggalan sumber daya manusia (SDM) unggul. Hal ini dikatakan Satrio B Lelono, Dirjen Binalattas, usai peresmian BLK komunitas Pondok Pesantren Al-Fadlu II di Kendal Kaliwungu, Jawa Tengah, milik KH Dimyati Rois, sekaligus penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan mitra strategis. (30/12)
Dirjen Binalattas mengatakan Percepatan pembangunan SDM unggul ditargetkan melampaui kebutuhan bonus demografi nasional pada 2035. ” Sinergitas BLK komunitas dengan mitra strategis Didu menjadi kata kunci merupakan wujud nyata sinergitas,” kata Satrio.
Sementara itu,Menaker Ida Fauziyah mengakui data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya 7,050 juta pengangguran dari 133,51 juta angkatan kerja. “Apalagi diproyeksikan 6 sampai 29 juta orang di Indonesia harus mengikuti pelatihan lagi untuk jenis pekerjaan yang baru masuk program re-skilling dan up-skilling,” ucapnya di Kendal.
Lanjutnya, era revolusi industri 4.0 menghapus 23 juta jenis pekerjaan yang terdampak oleh otomatisasi. Namun sebaliknya justru tercipta 27–46 juta jenis pekerjaan baru sampai tahun 2030.”Dimana 10 juta jenis pekerjaan di antaranya adalah jenis pekerjaan yang belum pernah ada sebelumnya. (Harun)
JNewstv.com Berita Fakta & Realita