JNewstv.com | Malut, Ternate — Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Ternate, Tauhid Soleman, belakangan ini mendapat sorotan setelah diketahui sering tidak menghadiri pertemuan Koalisi Partai yang seharusnya dihadiri oleh seluruh anggota partai. Dalam beberapa kesempatan, Tauhid lebih memilih untuk hadir di acara yang diselenggarakan oleh Partai PDIP, meskipun acara tersebut bukan merupakan bagian dari agenda koalisi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Gubernur dan wakil Gubernur yang tengah dijalankan.
Seorang politisi dari Partai NasDem di Kota Ternate yang diwawancarai mengenai hal ini mengungkapkan kekecewaannya terhadap sikap Ketua DPD tersebut. “Kehadiran Tauhid di acara PDIP lebih penting dan mengabaikan rapat-rapat partai NasDem, termasuk beberapa rapat Koalisi yang dipimpin oleh ketua wilayah. Itu juga diabaikan. Ini menunjukkan ketidakseriusan Tauhid sebagai ketua dalam mengembangkan partai dan mengabaikan Koalisi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP),” ujar anggota partai tersebut.
Kritik tersebut muncul di tengah-tengah upaya penguatan koalisi partai dalam Pilkada yang akan datang, di mana Partai NasDem termasuk salah satu pihak yang terlibat dalam aliansi politik tersebut. Keputusan Tauhid untuk tidak hadir dalam pertemuan penting menunjukkan adanya ketidakharmonisan dalam tubuh partai, yang dapat berdampak buruk bagi strategi dan soliditas koalisi.
Sejumlah pihak dalam koalisi mulai khawatir bahwa ketidakhadiran Tauhid dalam rapat-rapat koalisi dapat memengaruhi dinamika politik yang sedang dibangun. Apalagi, menurut mereka, absennya Ketua DPD dalam rapat-rapat penting bisa mengurangi rasa percaya antar partai koalisi, terutama dalam hal pengambilan keputusan yang strategis untuk kemenangan dalam Pilkada.
Beberapa politisi lainnya juga menilai bahwa sikap Tauhid yang cenderung mengabaikan rapat partai dan lebih memilih acara dari PDIP menandakan adanya ketidaktertarikan untuk memperkuat hubungan internal partai dan koalisi. Hal ini, menurut mereka, bisa merugikan Partai NasDem dalam jangka panjang, apalagi menjelang pemilihan yang sangat menentukan.
Namun, ada juga yang berpendapat bahwa keputusan Tauhid untuk menghadiri acara PDIP merupakan bagian dari strategi untuk memperluas hubungan dan memperkuat posisi politik Partai NasDem di tingkat nasional. Beberapa pihak di dalam partai menganggap bahwa langkah tersebut bisa jadi merupakan upaya untuk menjalin hubungan lebih erat dengan PDIP sebagai kekuatan politik besar di Indonesia.
Terlepas dari polemik yang berkembang, banyak yang berharap agar Tauhid segera menyelesaikan permasalahan internal ini dan lebih fokus pada kepentingan partai serta koalisi. Para politisi berharap agar hubungan antar partai tetap terjaga dengan baik demi mencapai tujuan bersama dalam Pilkada mendatang.
Sementara itu, DPD Partai NasDem Ternate belum memberikan klarifikasi resmi terkait absennya Tauhid dalam beberapa rapat penting tersebut. Namun, sejumlah anggota partai berharap agar ada pertemuan internal untuk membahas masalah ini agar tidak berlarut-larut dan dapat diselesaikan dengan baik.
Penting bagi partai politik untuk menjaga soliditas dan kekompakan, terutama dalam menghadapi ajang pemilihan seperti Pilkada. Ketegangan yang terjadi di tubuh partai NasDem ini tentunya menjadi perhatian besar bagi seluruh pihak yang terlibat dalam koalisi tersebut. (Yunda)
JNewstv.com Berita Fakta & Realita