JNewstv.com | Halteng – Terjadinya insiden pada Selasa pagi, (15/6/2021) sekitar pukul 05.30 WIT. Meledaknya tungku pabrik di zona smelter A milik perusahaan raksasa PT. Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) yang beroperasi di Desa Lelilef Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng), Maluku Utara, ledakan yang disusul dengan kepulan asap hitam tinggi, Yang menyebabkan enam orang pekerja menjadi korban ledakan tersebut. (16/6/2021)
Hal ini menurut Ketua Lembaga Investasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (LiK3) Provinsi Maluku Utara Ahkamil Hamid, ST. Mengatakan bawah ledakan pabrik PT IWIP, merupakan pelanggaran serius terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), sebagaimana telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970.
Menurutnya, Pemda Halteng dan DPRD segera mengambil langkah untuk hentikan kegiatan pabrik perusahaan PT IWIP, sebab menurut kemal sapaan akrabnya menjelaskan bahwa kebakaran pabrik PT IWIP adalah kelalaian Penerapan Prosedur Keselamatan Kerja (K3) dari pihak perusahaan itu sendiri. Cetusnya
Lanjut kemal menyampaikan bahwa, “Dalam setiap tahun, sedikitnya ada beberapa kasus kecelakaan kerja terjadi di PT IWIP kawasan industri. Insiden itu bisa menimpa di tengah aktivitas formal maupun informal, termasuk berupa ledakan pabrik. Miris memang. Apalagi, disebut juga bahwa dari semua kejadian itu diduga mengakibatkan pekerja kehilangan nyawa, seperti kaskus Ma Hou Bing asal Cina, Irfan Samsudin Tertimpa pipa, Glen Aditya Mole, Herminto J. Bunga korban tergilas loader dan Suhendry korban yang tewas tergilas mobil dum truck”. Paparnya
Maka dari itu pemkab dan DPRD Halteng harus berani ambil langkah, dan bersungguh-sungguh melakukan pengawasan terhadap perusahaan. Salah satunya, adalah memastikan perusahaan menerapkan aspek K3 dengan sungguh-sungguh di fasilitas produksinya, sebab nyawa buruh tidak begitu murah.
Dengan penyuh rasa haru dan iba kepada keluarga korban, kemal juga menyampaikan ucapan bela sungkawa yang mendalam atas terjadinya kecelakaan kerja yang menimbulkan korban luka bakar akibat ledakan pabrik. Hal ini menurutnya harus dijadikan pelajaran bagi semua pihak. Baik pemerintah Daerah, DPRD, dan perusahaan, serta pekerja, dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan awareness terhadap pentingnya K3. Tutur tegas, Ketua LiK3. (Tim)
JNewstv.com Berita Fakta & Realita