
JNewstv.com | Haltim. Maluku Utara Proyek pembangunan smelter feronikel PT Antam di Halmahera Timur (Haltim) penuh teka-teki. Diskusi progres Project Feni Haltim PT Antam Tbk yang berlangsung di Aula Lantai I Kantor Bupati Haltim, Kamis 17 Juni 2021 menuai sorotan dari berbagai kalangan.
Salah satunya wakil ketua II DPRD Kabupaten Halmahera Timur Idrus Maneke yang menjelaskan bahwa PT Antam tidak konsisten dengan pembangunan smelter ini.
Idrus menegaskan berkaitan dengan pertemuan ini bahwa forum ini tidak memberikan jawaban yang pasti PT Antam melalui Samuel Tutang hanya memberikan janji-janji saja sejak dahulu.
Lanjutnya Idrus katakan “sekelas anggota DPR RI saja direktur utama PT Antam tidak bisa memberi kejelasan kenapa Smelter tak kunjung selesai, oleh karena itu solusi terbaik saya Bupati Haltim bentuk tim dan kita ke Jakarta langsung Antam atau minta Kementerian memfasilitasi pemerintah daerah dan tim dan juga menghadirkan PT Antam untuk dibicarakan bersama agar kita mendapat kejelasan pasti mau dibagun smelter apa tidak, kalau tidak di bangun yang rugi daerah” tandasnya
Sementara itu Samuel Tutang ST Direktur Eksekutif base metal PT Antam Tbk mengatakan pasokan listrik untuk smelter pastinya selesai di akhir tahun 2022, kendalanya hanya listrik. Ujarnyao
Ia menambahkan lelang di buka hari ini terkait dengan pasokan listrik jadi nantinya sitem yang kita pake kaya rental saja sistem sewa. tutupnya
Keterangan :
Pembangunan Smelter PT Feni Tbk mencapai 97% sejak 2019 lalu. Namun pengoperasian smelter milik Antam ini ternyata masih terganjal pasokan listrik. Hingga saat inipun belum ada titik terang pasti bahwa smelter akan beroperasi.
Nur/Redaksi
JNewstv.com Berita Fakta & Realita