JNewstv | Sumatra Utara —Pendistribusian dan perdagangan beras Bulog di Kabupaten Langkat, khususnya di Kecamatan Stabat, menjadi sorotan serius dari LSM REAKSI Sumut.
Ketua LSM, Ramly, menuding adanya dugaan mafia beras yang bekerja sama dengan gudang Bulog Langkat.
“Kami melihat kejanggalan dalam perdagangan beras Bulog, terutama di pasar-pasar dan penyalur RPK,” ujar Ramly saat ditemui di Stabat, Senin (20/08).
Ia mencontohkan toko beras yang tidak memiliki RPK (Rata-rata Penjualan Per Kepala Keluarga) namun memiliki stok beras yang melimpah.
Sementara itu, RPK yang terdaftar di Kecamatan Stabat justru kesulitan mendapatkan beras SPHP (Sistem Penjualan dan Pengadaan Harga) dari gudang Bulog.
“Anehnya, yang tidak punya RPK malah mendapatkan beras banyak-banyak. Diduga ada mafia beras yang bekerja sama dengan gudang Bulog Langkat,” tegas Ramly.
LSM KIAK Langkat juga ikut angkat bicara. Ketua LSM, Rusdiandi, menegaskan bahwa Bulog memiliki tugas penting dalam menjaga stabilitas harga beras dan menyalurkan bantuan sosial.
“Jika benar terjadi penyalahgunaan perdagangan beras Bulog di gudang Stabat, kami meminta Badan Pengawas Bulog Sumut untuk menindak tegas para pelaku,” tegas Rusdiandi.
Dugaan permainan mafia beras ini dikaitkan dengan keberadaan orang dekat kepala gudang Bulog Langkat berinisial DD. Menurut sumber dari pemilik RPK yang enggan disebutkan namanya, DD diduga terlibat dalam penyelewengan distribusi beras Bulog.
“Beredarnya beras di toko-toko yang tidak memiliki RPK diduga karena permainan orang dekat kepala gudang,” ungkap sumber tersebut.
Kasus ini menjadi sorotan dan mengundang pertanyaan tentang pengawasan distribusi beras Bulog di Langkat.
Masyarakat berharap agar pihak berwenang segera menyelidiki dugaan mafia beras dan mengambil tindakan tegas untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas harga beras di daerah tersebut. (Tarigan)
JNewstv.com Berita Fakta & Realita